TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Warga Lebakgedong Galang Dana Bangun Huntap

Pasca Bencana Tak Kunjung Dapat Perhatian Pemerintah

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:00 WIB
POSKO. Aliansi masyarakat Lebakgedong, Kabupaten Lebak, membuat posko galang dana untuk pembangunan Huntap korban bencana alam tahun 2020, di depan kantor Bupati Lebak, Rabu (14/1).
POSKO. Aliansi masyarakat Lebakgedong, Kabupaten Lebak, membuat posko galang dana untuk pembangunan Huntap korban bencana alam tahun 2020, di depan kantor Bupati Lebak, Rabu (14/1).

LEBAK - Pasca bencana alam pada tahun 2020 lalu hingga saat ini, masyarakat Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, tak kunjung mendapatkan kepastian dibangunkan Hunian Tetap (Huntap) oleh pemerintah.

 

Atas kondisi itu, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lebakgedong, tengah membuka posko galang dana atau donasi untuk membangun Huntap, di depan kantor Bupati Kabupaten Lebak, Rabu (14/1).

 

Seorang pemuda Lebakgdong, Zaenudin mengatakan, alasan pihaknya ingin membuka ruang open donasi untuk warga Huntara, lantaran tidak ada kepastian dari pemerintah. 

 

“Jadi warga sudah muak dengan janji pemerintah, makanya kita berinisiatif membuka open donasi untuk meringankan beban pemerintah,” ungkap Zaenudin, Rabu (14/1).

 

Katanya, sangat miris melihat para korban bencana alam sebanyak 221 Kepala Keluarga(KK) sudah enam tahun tinggal di Huntara yang berbahan terpal. Hal itu tegasnya, akibat saling lempar tanggung jawab dari pemerintah.

 

“Kasian warga, mereka terkatung-katung tinggal di gubuk enam tahun, sementara melihat warga Bogor sudah punya Huntap, jalan bagus,” katanya. 

 

Menurut Zaenudin, hasil open donasi akan digunakan untuk kebutuhan pemerataan lahan termasuk sewa alat berat. “Nanti kita gunakan buat solar, sewa alat berat dan kebutuhan lainnya,” ucapnya.

 

Zaenudin menyebut, lahan yang sudah disiapkan pemerintah 5,4 Hektar. Namun, belum dilakukan pemerataan. “Lahan sudah ada, cuma itu juga belum dikerjakan. Makanya kita open donasi, mau digarap,” katanya. 

 

Dia juga tak memungkiri, lahan tersebut sudah digarap. “Minggu kemarin memang digarap, tapi hanya dibersihkan. Itu pun katanya tidak ada anggaran lagi,” katanya.

 

Dengan adanya ruang open donasi, diharapkan ada uluran tangan bersama untuk membangun Huntap Lebakgedong. Sebab tegasnya, pemerintah seperti menganggap sepele soal nasib warga yang saat ini masih tinggal di Huntara.

“Mudah-mudahan ada jalannya, dan dimudahkan. Karena kami rasa pemerintah seperti menganggap biasa saja. Sementara yang jauh dikejar, yang dekat di lewat,” katanya. 

 

Zaenudin menambahkan, donasi diperbolehkan dalam bentuk uang maupun barang. Terlebih, perolehan yang didapat open donasi nantinya akan di-update. “Nanti kita update ke media, misalnya dapatnya berapa. Intinya kami mohon doa dan dukungannya agar Huntap warga Lebakgdong bisa secepatnya dibangun,” tandasnya.

 

Sementara, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menuding Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) Banten tidak jelas dalam menangani korban bencana alam di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak. 

 

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Sukanta. “Tidak jelas,” ujarnya, usai mengikuti rapat koordinasi pembahasan Huntara Lebakgedong, di Gedung DPRD Lebak.

 

Sukanta menyatakan, pihaknya sudah mengusulkan surat permohonan dari Bupati kepada Pemprov Banten, terkait cut and fill atau pematangan lahan. Namun hingga kini Pemkab Lebak belum mendapatkan jawaban terkait surat yang diusulkan tersebut. 

 

“Sampai hari ini surat itu belum ada jawaban, satu Minggu lalu lah. Ini kan nggak jelas. Kita mah sudah nunggu-nunggu dari Provinsi, tapi mau sampai kapan kita nunggu, kasian masyarakat,” ungkapnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit