TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Dewan Dorong Antisipasi Dini Superflu

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Kamis, 15 Januari 2026 | 07:30 WIB
Ist.
Ist.

SETU-Ancaman wabah superflu menjadi perhatian serius meskipun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan hingga saat ini masih nol kasus. DPRD Kota Tangsel meminta langkah antisipasi dilakukan sejak dini agar potensi penyebaran dapat dicegah.

 

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ricky Yuanda menegaskan, bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah hanya karena belum ditemukannya kasus superflu. Menurutnya, kesiapsiagaan harus tetap dikedepankan sebagai upaya perlindungan masyarakat.

 

“Dalam menghadapi potensi wabah Superflu, kami dari DPRD berharap ada tindakan screening atau pemantauan ketat di tengah masyarakat,” ujar Ricky.

 

 Ia menjelaskan, pemantauan tersebut dapat dilakukan melalui fasilitas layanan kesehatan yang sudah ada, seperti Puskesmas dan rumah sakit. Kedua institusi ini dinilai memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi kasus.

 

Selain itu, Ricky juga menekankan pentingnya keterlibatan kader Posyandu. Menurutnya, kader Posyandu memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di tingkat kewilayahan sehingga dapat membantu proses pemantauan secara lebih efektif.

 

 “Kader Posyandu ini sangat strategis karena mereka tahu kondisi masyarakat di lingkungannya masing-masing,” katanya.

 

 Ricky menyampaikan, bahwa apabila nantinya ditemukan kasus superflu, Dinkes Tangsel harus segera melakukan identifikasi dan pemetaan secara menyeluruh. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui pola penyebaran dan tingkat risiko di setiap wilayah.

 

“Kalau seandainya terjadi kasus, identifikasi dan pemetaan harus segera dilakukan agar penanganannya tepat sasaran,” ujarnya.

 

Setelah proses identifikasi, Ricky menilai, perlu adanya koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Kesehatan. Menurutnya, koordinasi lintas level pemerintahan sangat diperlukan untuk penanganan yang lebih serius dan terstruktur.

 

“Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan menjadi penting untuk memastikan penanganan berjalan sesuai standar dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” jelasnya.

 

Tak hanya penanganan medis, Ricky juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Ia menyebut edukasi harus mencakup karakter virus superflu, pola penyebaran, hingga langkah-langkah penanganan dan penyembuhannya.

 

“Edukasi ini jangan setengah-setengah. Masyarakat harus paham betul apa itu virusnya, bagaimana penyebarannya, dan bagaimana cara menghadapinya,” kata Ricky.

 

 Ia menegaskan, bahwa upaya edukasi tidak boleh menunggu hingga wabah benar-benar terjadi. Menurutnya, pencegahan akan jauh lebih efektif jika masyarakat sudah memiliki pengetahuan yang cukup sejak awal.

 “Jangan kita tunggu sampai mewabah. Edukasinya harus sangat komplet dan dilakukan sejak sekarang,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit