TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Setelah PAN, Golkar dan PKB Tolak Usulan E-Voting Pemilu

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:33 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Setelah PAN, Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menolak usulan PDI Perjuangan (PDIP) terkait penerapan e-voting dalam Pemilu.

 

Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji meragukan e-voting mampu menekan politik uang. Ia menilai penerapan teknologi justru berpotensi menimbulkan persoalan baru jika tidak diaudit secara ketat. Menurutnya, sistem e-rekap saja sudah menuai polemik, apalagi e-voting yang menentukan hasil pemilihan.

 

“Penyelenggaraan Pemilu tidak hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga kualitas demokrasi dan kesejahteraan rakyat,” ujar Sarmuji, Rabu (14/1/2026).

 

Sikap serupa disampaikan PKB. Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai e-voting membutuhkan kesiapan infrastruktur, keamanan, regulasi, dan kepercayaan publik yang matang. Saat ini, mekanisme e-voting secara nasional dinilai belum siap diterapkan.

 

Meski demikian, PKB menegaskan bahwa setiap opsi yang dikaji harus bertujuan menyempurnakan demokrasi, bukan justru menjadi kemunduran.

 

Sebelumnya, PAN juga menolak e-voting dengan alasan rawan kejahatan siber, sulit diaudit, dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik. PDIP sendiri mengusulkan e-voting sebagai upaya menekan tingginya biaya politik Pilkada

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit