TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pembangunan Giant Sea Wall Dimulai September 2026

Reporter: AY
Editor: AY selected
Selasa, 20 Januari 2026 | 17:11 WIB
Gubernur Pramono Anung. Foto : Ist
Gubernur Pramono Anung. Foto : Ist

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa rencananya dimulai pada September 2026. 

 

“Nah pertanyaan tentang Giant Sea Wall. Kami, Pemerintah Jakarta, menunggu sepenuhnya arahan dari Pemerintah Pusat," kata Pramono di kawasan Petojo Utara, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/1/2026). 

 

Pramono menjelaskan bahwa sebelumnya Jakarta mendapatkan porsi pembangunan tanggul laut sepanjang 12 kilometer. Namun, dalam perkembangan terakhir, panjang tanggul yang menjadi tanggung jawab Jakarta bertambah menjadi 19 kilometer. 

 

“Karena dulu Jakarta ini kebagian 12 kilo, tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12 tambah 7 menjadi 19. Mau 12, mau 19, Jakarta akan mengerjakan. Rencananya ground breaking-nya itu mulai bulan September tahun ini, tegas Pramono. 

 

Sambil menunggu dimulainya proyek Giant Sea Wall, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini terus memperkuat perlindungan pesisir melalui pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). 

 

“Sekarang yang sedang kita bangun, yang dilakukan oleh Pemerintah Jakarta sendiri adalah NCICD, yang tanggul-tanggul yang apa, di pantai-pantai yang ada di Utara," jelasnya. 

 

Pramono juga menyinggung kekhawatiran lama terkait potensi kebocoran tanggul yang sempat menjadi perhatian publik di masa lalu. 

 

“Yang dulu kemarin sempat heboh ketika Pak Ahok menyampaikan kalau ini bocor bisa sampai Monas, maka sekarang ini kita menyelesaikan itu," imbuhnya. 

 

Ia menambahkan bahwa salah satu fase penting pembangunan tanggul, yakni di kawasan Ancol, telah diselesaikan. Saat ini, pemerintah tidak hanya fokus pada fungsi proteksi, tetapi juga pada aspek estetika dan ruang terbuka hijau.

 

Kemarin yang di ruas atau fase Ancol alhamdulillah sudah kami selesaikan dan sekarang sedang kita lakukan beautifikasi," lanjut Pram. 

 

Pramono menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tanggul tidak boleh hanya berupa beton atau tembok semata, melainkan harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. 

 

“Dan nanti saya akan mengundang teman-teman sekalian kalau tamannya yang di Ancol sudah jadi," tutup Pramono.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit