Benyamin Kunjungi SDN Rawa Buntu 01, Pastikan Beri Sanksi Terberat Bagi Oknum Guru Cabul
SERPONG – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengunjungi SDN Rawa Buntu 01, Kamis (22/1), menyusul kasus dugaan pelanggaran asusila yang melibatkan oknum guru di sekolah tersebut.
Kunjungan dilakukan untuk memberikan penguatan dan pengarahan kepada kepala sekolah serta jajaran guru.
“Ya, hari ini saya sengaja berkunjung ke SD Rawa Buntu 01 untuk menguatkan, ya, kemudian memberikan pengarahan kepada Kepala Sekolah dan jajaran guru terkait dengan kejadian pelanggaran asusila beberapa waktu yang lalu,” ujar Benyamin.
Dalam kesempatan itu, Benyamin menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kapolres terkait penanganan kasus tersebut.
“Saya sudah koordinasi juga dengan Pak Kapolres, ya semuanya nanti lagi ditempuh proses hukum,” katanya.
Benyamin meminta agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya jika terbukti bersalah, mengingat dampak jangka panjang yang ditimbulkan terhadap korban.
“Saya serahkan sepenuhnya kepada proses hukum, tapi kalau umpamanya ada hukuman terberat, ya saya minta mungkin itu dilakukan hukuman terberat karena yang saya pikirkan bukan hanya hari ini, tetapi jangka waktu ke depan,” tegasnya.
Meski diterpa kasus serius, Benyamin memastikan proses belajar mengajar di SDN Rawa Buntu 01 masih berjalan relatif normal. Namun demikian, sejumlah langkah penguatan pengawasan telah dilakukan.
“Alhamdulillah proses belajar mengajar tidak, relatif tidak terganggu di sini, tapi langkah-langkah sudah dilakukan, ya, termasuk Dinas Pendidikan hari ini juga mengumpulkan pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi para korban. Benyamin telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) untuk bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Yang kedua, saya sudah mintakan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pak Cahyadi, juga untuk bekerja sama dengan Himpsi (Himpunan Psikologi), kemudian juga dengan fakultas psikologi dari perguruan tinggi di Tangerang Selatan untuk memberikan trauma healing bagi anak-anaknya secara reguler, terjadwal, berjenjang, dan seterusnya,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan agar pemulihan mental korban dapat berjalan optimal.
“Supaya apa namanya anak-anak yang menjadi korban ini bisa kita sembuhkan secara mental,” tambah Benyamin.
Sebagai upaya pencegahan ke depan, Benyamin juga menekankan pentingnya peningkatan pendidikan agama serta pengawasan di lingkungan sekolah.
“Kemudian juga pendidikan agama ditingkatkan, pengawasan-pengawasan juga terus ditambah, seperti itu hari ini,” pungkasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 20 jam yang lalu
Pos Banten | 10 jam yang lalu


