TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Ancam Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 26 Januari 2026 | 07:00 WIB
Ist.
Ist.

PAMULANG-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang diprakirakan berlangsung hingga 27 Januari 2026.

 

Dalam sepekan ke depan, Tangsel berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang. Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, pohon tumbang, hingga longsor di sejumlah titik rawan.

 

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto menyebutkan, bahwa peningkatan curah hujan di Banten, termasuk Tangerang Selatan, terjadi akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.

 

“Dalam sepekan terakhir, wilayah Provinsi Banten mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan dan telah menimbulkan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah, termasuk Kota Tangerang Selatan,” kata Hartanto dalam pernyataan resminya yang dikutip Minggu (25/1).

 

 Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari penguatan monsun dingin Asia, seruakan udara dingin (cold surge), hingga adanya sirkulasi siklonik yang memperkuat pertumbuhan awan hujan.

 

 BMKG memprakirakan, pada periode 24 hingga 27 Januari 2026, Kota Tangerang Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Selain hujan, angin kencang dengan kecepatan hingga 45 kilometer per jam juga berpeluang terjadi.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan genangan,” ujarnya.

 

 Warga juga diminta untuk mengantisipasi dampak lanjutan seperti jalan licin, jarak pandang berkurang, serta potensi pohon tumbang. BMKG mengingatkan agar masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 

 BMKG menjelaskan, peningkatan intensitas hujan di wilayah Banten dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan regional. Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, sehingga meningkatkan suplai uap air di wilayah Indonesia.

 

Selain itu, terpantau pembentukan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat yang berpotensi membentuk daerah konvergensi dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Monsun Asia, Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, serta labilitas atmosfer lokal yang kuat turut memperbesar peluang hujan dengan intensitas tinggi.

 

 BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG dan media sosial resmi @bmkgwilayah2 guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem hingga 27 Januari 2026.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit