TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Anggota DPR RI Dorong Taman Tekno Jadi Percontohan Kawasan Industri Nasional Hijau

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 07:30 WIB
Anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief, mendorong kawasan Taman Tekno BSD City, untuk dijadikan sebagai percontohan nasional.
Anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief, mendorong kawasan Taman Tekno BSD City, untuk dijadikan sebagai percontohan nasional.

SERPONG-Anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief mendorong kawasan Taman Tekno BSD City, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk dijadikan sebagai percontohan nasional pengembangan kawasan industri modern.

 

 Menurutnya, kawasan tersebut merepresentasikan model kawasan industri masa depan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan serta mampu memberdayakan tenaga kerja lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Hendry menilai, Taman Tekno BSD City berhasil mengintegrasikan aktivitas industri dengan kawasan permukiman, area wisata, ruang terbuka hijau, hingga danau buatan yang mendukung terciptanya ekosistem industri berkelanjutan.

 

“Industri yang kita lihat hari ini di Taman Tekno BSD City adalah kawasan yang sangat luar biasa dan komprehensif. Ini bisa menjadi contoh konkret, bahkan referensi penting bagi Kementerian Perindustrian dalam penyusunan RUU Kawasan Industri,” ujar Hendry.

 

Ia menegaskan, konsep pengembangan kawasan industri seperti BSD City tidak seharusnya hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pendekatan serupa, menurutnya, sangat relevan untuk diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia, termasuk Pulau Sumatera.

 

 Hendry mencontohkan, sejumlah kawasan industri di daerah pemilihannya, Provinsi Riau, seperti Kawasan Industri Tenayan di Pekanbaru dan Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak. Kedua kawasan tersebut dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dan berpotensi tumbuh lebih pesat jika dikelola dengan pendekatan terintegrasi.

 

Selain tata kawasan, Hendry juga menaruh perhatian serius terhadap aspek perlindungan lingkungan hidup. Ia mengingatkan agar dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) tidak hanya dijadikan sebagai persyaratan administratif, tetapi harus diterapkan secara konsisten di lapangan.

 

 Ia menyinggung sejumlah bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai pengingat bahwa kelalaian terhadap aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak yang luas.

 

 “Amdal itu bukan sekadar selembar kertas izin. Harus diterapkan secara sungguh-sungguh. Di sinilah peran pengawasan kami sebagai anggota DPR agar pembangunan tidak mengorbankan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

 

 Hendry juga menyoroti persoalan drainase sebagai elemen krusial dalam pengembangan kawasan industri dan hunian. Menurutnya, keindahan dan estetika kawasan tidak akan berarti jika masih rawan banjir.

 

Ia mengapresiasi langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pengelola BSD City dalam menangani genangan air dan banjir. Ke depan, ia berharap setiap daerah memiliki tim respons cepat yang mampu mengantisipasi risiko bencana berbasis data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk potensi luapan sungai dan saluran air.

 

 Hendry menegaskan, bahwa pemberdayaan tenaga kerja lokal dan UMKM merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai kawasan industri harus memberikan prioritas terhadap penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

 

 Namun demikian, ia menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja tidak akan optimal tanpa dukungan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

 

“Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi harus benar-benar sejalan. Kurikulum harus menjawab kebutuhan nyata industri,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit