TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Bantu Pemulihan Psikis, Siswa SMAN 6 Pandeglang Ikuti Trauma Healing

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:01 WIB
Ratusan siswa Kelas XII SMAN 6 Pandeglang mendapatkan layanan trauma healing Sabtu (24/1/2026).(Ari Supriadi/tangselpos.id)
Ratusan siswa Kelas XII SMAN 6 Pandeglang mendapatkan layanan trauma healing Sabtu (24/1/2026).(Ari Supriadi/tangselpos.id)

PANDEGLANG - Ratusan siswa Kelas XII SMAN 6 Pandeglang mendapatkan layanan trauma healing, sebagai bagian dari upaya pemulihan psikis pasca insiden robohnya tiang besi pada sesi pemotretan angkatan, Sabtu (24/1/2026). Bahkan siswa menyambut baik kegiatan tersebut karena cukup membantu dalam upaya pemulihan trauma pasca insiden yang mengakibatkan sembilan siswa terluka. Dalam kegiatan tersebut siswa diberikan pemahaman terkait dengan gangguan mental serta bagaimana cara menanganinya.

 

Rizki Aditya, salah satu siswa Kelas XII mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu dalam upaya pemulihan trauma, apalagi materi yang disampaikan sangat mudah dipahami oleh anak seusianya. Menurutnya, banyak siswa yang masih mengalami trauma dan kesedihan mendalam setelah menyaksikan dan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

 

“Kegiatan hari ini sangat membantu, apalagi kami sempat mengalami trauma dan sedih. Dengan adanya acara ini, kami merasa terhibur dan senang,” ujar Rizki, saat ditemui di sela-sela acara trauma healing di GOR SMAN 6 Pandeglang, Selasa (27/1/2026).

 

Kata dia, setelah mengikuti trauma healing terdapat perasaan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika sebelumnya ia dan teman-temannya merasa cemas, trauma dan bahkan ada yang sulit makan, kini semuanya perlahan mulai membaik. Menurut dia, materi tersebut memberikan wawasan baru bagi para siswa untuk bangkit dari keterpurukan. “Kondisi saat ini cukup membaik, jauh dibanding sebelumnya. Sudah hampir pulih, cuma memang butuh waktu lagi saja,” tambahnya.

 

Rizki tidak menampik bahwa rasa cemas masih sering muncul, terutama bagi mereka yang melihat langsung kejadian di lapangan. Rasa kaget dan cemas tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan ini. Namun, dengan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan pendampingan profesional, diharapkan seluruh siswa dapat kembali beraktivitas dengan normal tanpa bayang-bayang trauma masa lalu.

 

Sementara, Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMAN 6 Pandeglang, Yerri mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk memulihkan kondisi psikologis siswa. Fokus utama kegiatan ini adalah untuk membangun kembali kepercayaan diri serta membantu siswa mengendalikan kecemasan dan trauma yang mereka alami.

 

Dikatakannya, psikologis yang dirasakan setiap siswa sangat beragam. Beberapa siswa melaporkan keluhan fisik seperti memar, sementara yang lain mengalami gangguan psikis seperti rasa cemas yang berlebihan, ketakutan, hingga kehilangan nafsu makan akibat trauma menyaksikan kejadian tersebut secara langsung.

“Kami memberikan layanan individu terhadap para siswa yang membutuhkan penanganan lebih mendalam untuk mengatasi trauma pribadinya. Kemudian juga kerja sama antara guru bidang studi dan wali kelas untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif di dalam kelas,” terang Yerri.

 

Pihaknya juga terus memberikan motivasi kepada para siswa untuk bisa move on dan bisa beraktivitas normal kembali seperti biasanya. “Kami ingin mereka tahu bahwa ini murni musibah, bukan salah mereka. Kami terus memotivasi agar kepercayaan diri mereka pulih kembali,” tambahnya.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan semua pihak dalam upaya penyelesaian masalah ini. Bahkan kondisi sembilan siswa yang menjadi korban luka dikabarkan menunjukkan perkembangan yang baik.

 

“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan, Kantor Cabang Dinas (KCD), pengawas, hingga Ibu Bupati (Raden Dewi Setiani, red) yang telah memberikan perhatian besar terhadap kondisi siswa dan sekolah,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit