Sekda Kota Tangerang Minta Pengelolaan Dapur MBG Profesional
TANGERANG - Pengelolaan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang diminta profesional. Hal ini agar berjalan sesuai standar dan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat.
Bahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman menekankan bahwa selain perizinan dan standardisasi, dapur MBG wajib menjamin keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan.
Hal tersebut disampaikannya, saat memberikan sambutan pada Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Anak Pintar Sehat bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), bertempat di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Selasa (27/1).
“Tidak hanya perizinan yang harus diperhatikan, namun aspek keamanan pangan, kebersihan dan sanitasi juga menjadi hal yang sangat penting. Dengan begitu, program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal dan terhindar dari risiko keracunan makanan,” tegas Herman.
Di hadapan Kepala SPPG dan Ketua Yayasan Anak Pintar Sehat, ia berharap, SPPG dapat terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat agar pelayanan MBG memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Tangerang.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas serta para pemangku kepentingan, kami optimistis dapur MBG dapat beroperasi secara berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Usai prosesi peresmian dan pengguntingan pita, Sekda meninjau langsung berbagai fasilitas SPPG, mulai dari area penyimpanan bahan makanan, dapur masak, ruang pengemasan hingga sarana pendukung lainnya seperti ruang istirahat relawan, musala, ruang rapat, ruang kerja ahli gizi serta ruang administrasi.
“Dapur MBG dirancang dengan standar kebersihan dan sanitasi yang ketat. Dari hasil peninjauan, fasilitasnya telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Selanjutnya, kami berharap operasionalnya dapat berjalan efektif dan konsisten,” ujarnya.
Sementara Kepala SPPG Sukasari, M. Ghazy, menjelaskan, dapur MBG yang dipimpinnya melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, terdiri dari siswa SMPN 16 Kota Tangerang, SMKN 4 Kota Tangerang beserta guru dan tenaga pendidik serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ghazy pun memastikan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah didaftarkan sebelum operasional, sesuai ketentuan BGN.
“Kami mulai beroperasi sejak 8 Januari 2026 dan telah mendaftarkan SLHS sebagai syarat wajib dari BGN. Total penerima manfaat sekitar 2.900 orang berasal dari SMPN 16 dan SMKN 4, sementara 100 lainnya diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” jelas Ghazy.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu


