Jelang Valentine, Pasar Bunga Rawa Belong tampak ramai oleh pembeli. Foto : Ist
JAKARTA – Menjelang Hari Valentine, suasana Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, tampak lebih semarak dari biasanya. Tidak hanya pembeli rutin, kalangan muda—khususnya Generasi Z—turut memadati kawasan tersebut untuk berburu bunga sekaligus merasakan pengalaman yang berbeda.
Deretan lapak bunga yang berjajar hingga meluber ke sisi jalan menciptakan pemandangan khas yang sulit ditemui di tempat lain. Momen Valentine yang identik dengan pemberian bunga kembali mengukuhkan pasar legendaris ini sebagai destinasi favorit. Terlebih, popularitasnya semakin meningkat setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Pantauan di Pasar Bunga Rawa Belong, Jalan Sulaiman, Kebon Jeruk, Rabu (11/2/2026) siang, menunjukkan arus pengunjung yang silih berganti. Banyak di antaranya terlihat antusias memilih bunga, mengabadikan momen dengan berfoto, hingga sekadar menikmati atmosfer pasar yang unik dan penuh warna.
Viralnya konten Instagram dan TikTok tentang suasana pasar serta harga bunga yang dinilai terjangkau turut mendongkrak minat anak muda untuk datang langsung. Rasa penasaran pun berubah menjadi pengalaman tersendiri.
Bintang, pengunjung asal Rawamangun, mengaku datang bersama kekasihnya setelah melihat tren tersebut di media sosial. Awalnya, ia hanya berniat membeli bunga untuk merayakan Valentine. Namun, suasana pasar yang romantis justru menjadi daya tarik tambahan.
“Pengen beliin bunga buat Valentine sekalian ngajak jalan. Kelihatannya romantis aja. Daripada ke mal terus, sekali-kali pengen suasana beda,” ujarnya.
Bagi pasangan ini, kunjungan ke Rawa Belong menjadi pengalaman pertama berburu bunga langsung di pasar. Harga yang relatif ramah di kantong serta atmosfer yang khas menjadi nilai tambah dibandingkan membeli di pusat perbelanjaan.
Hal serupa diungkapkan Sinta, perantau yang tinggal di Jakarta Timur. Ia sengaja kembali ke Rawa Belong karena menilai harga bunga di pasar lebih masuk akal dibandingkan florist.
“Lebih worth it kalau beli di sini,” katanya sambil membawa buket berisi campuran mawar, lili, dan bunga lainnya.
Sebagai penyuka merangkai bunga, Sinta mengaku puas dengan ragam pilihan yang tersedia. Dari sisi pengeluaran, mayoritas pengunjung menyiapkan anggaran ratusan ribu rupiah. Bintang menghabiskan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, sementara Sinta mengeluarkan sekitar Rp300 ribu termasuk ongkos perjalanan.
Meski begitu, sejumlah pedagang mengungkapkan harga bunga tahun ini mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai tiga hingga empat kali lipat. Kenaikan harga dari pemasok serta bertepatan dengan dua momen besarValentine dan Tahun Baru Imlek menjadi faktor utama lonjakan tersebut.
Namun bagi para pengunjung, kenaikan harga itu tetap dianggap sepadan. Suasana meriah, pengalaman unik, serta momen berbagi kasih menjelang Valentine dinilai lebih berharga daripada sekadar nominal rupiah.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 15 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu









