Anwar Ibrahim Ungkap Isi Pembicaraan dengan Prabowo: Soroti Konflik Iran–Israel hingga Rencana Pertemuan
JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkap isi percakapan teleponnya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berlangsung pada Senin malam (23/3/2026). Dalam pembicaraan tersebut, keduanya menyoroti sejumlah isu global, termasuk konflik Iran–Israel.
Melalui unggahan di akun X resminya, Anwar menyampaikan bahwa ia dan Prabowo saling bertukar pandangan terkait dinamika geopolitik terkini. Salah satu fokus utama adalah pentingnya mendorong penyelesaian damai atas konflik yang tengah memanas di Timur Tengah.
“Dalam percakapan tersebut, kami berdiskusi mengenai berbagai isu, termasuk konflik Iran–Israel, serta pentingnya pendekatan diplomasi yang berkelanjutan,” ujar Anwar.
Tak hanya itu, kedua pemimpin juga sepakat untuk menjadwalkan pertemuan dalam waktu dekat. Anwar bahkan mengusulkan kunjungan langsung ke Jakarta sebagai langkah konkret untuk mempererat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin baik antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam konteks krisis internasional, Anwar menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendorong upaya perdamaian. Ia menyampaikan bahwa Malaysia akan aktif mendukung langkah-langkah diplomatik guna meredakan ketegangan, melindungi warga sipil, serta membuka jalan menuju dialog yang konstruktif.
“Kami sama-sama menyerukan perdamaian dan pentingnya menjaga keselamatan masyarakat sipil, sekaligus menciptakan ruang perundingan yang bermakna demi solusi jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo juga melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara sahabat pada momentum Idulfitri. Selain Anwar Ibrahim, Prabowo turut menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, serta Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Sebelumnya, Prabowo juga telah menjalin komunikasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II of Jordan, serta Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik sekaligus menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap stabilitas kawasan dan dunia.
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu











