TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Dampak Konflik Timur Tengah, Singapura Tunda Pungutan Bahan Bakar Jet Ramah Lingkungan

Reporter & Editor : AY
Kamis, 26 Maret 2026 | 08:56 WIB
Pesawat Singapura Airlines. Foto : Ist
Pesawat Singapura Airlines. Foto : Ist

SINGAPURA – Pemerintah Singapura memutuskan menunda penerapan pungutan bahan bakar jet ramah lingkungan (green jet fuel levy) untuk penerbangan yang berangkat dari negaranya. Kebijakan ini diambil menyusul dampak konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah terhadap industri penerbangan global.

 

Informasi tersebut disampaikan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) pada Rabu (25/3/2026).

Sebelumnya, pungutan ini direncanakan mulai berlaku pada Oktober 2026 untuk tiket yang dijual sejak April 2026.

Namun, jadwal tersebut kini diundur. Pungutan baru akan diterapkan bagi penumpang yang berangkat mulai 1 Januari 2027, dengan penjualan tiket dimulai 1 Oktober 2026.

 

Besaran pungutan yang dikenakan berkisar antara 1 hingga 41,60 dolar Singapura (sekitar Rp13 ribu hingga Rp547 ribu), tergantung jarak penerbangan dan kelas kabin.

 

Pungutan ini bertujuan mendukung penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF), yang umumnya diproduksi dari limbah seperti minyak goreng bekas.

 

Direktur Jenderal CAAS, Han Kok Juan, menegaskan bahwa penundaan ini merupakan langkah realistis di tengah kondisi global saat ini.

 

“Kami mengambil jeda yang pragmatis mengingat situasi saat ini, namun tetap berkomitmen kuat terhadap dekarbonisasi sektor penerbangan,” ujarnya, dikutip dari The Straits Times.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit