TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Harga Plastik Bikin Pedagang Tertekan

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 09:30 WIB
Salah seorang karyawan toko plastik di pasar tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, sedang menunjukkan seluruh jenis plastik yang mengalami kenaikan signifikan, Selasa (7/4).
Salah seorang karyawan toko plastik di pasar tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, sedang menunjukkan seluruh jenis plastik yang mengalami kenaikan signifikan, Selasa (7/4).

LEBAK - Para pedagang hingga Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Lebak, mulai merasa tertekan dengan adanya lonjakan harga plastik hingga mencapai 50 persen.

 

Karyawan Toko Plastik di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, Irpan (25) mengungkapkan, kenaikan harga terjadi merata pada hampir seluruh jenis plastik yang dijual. “Plastik es dari Rp 18.000 naik jadi Rp 25.000, kantong kresek dari Rp 15.000 jadi Rp 17.000-20.000. Yang paling parah itu plastik bening buat kemasan lumpia sama tempe, dari Rp 32.000 naik jadi Rp 48.000 per kilo,” jelas Irpan, Selasa (7/4).

 

Katanya, kenaikan harga plastik tersebut sudah mulai dirasakan sejak sekitar tiga minggu terakhir, dan berlangsung bertahap namun konsisten. “Gelas-gelas plastik juga naik, styrofoam dari Rp 45.000 jadi Rp 48.000. Semua ikut naik,” katanya lagi.

 

Pedagang es kopyor keliling, Oji (42) mengaku, langsung merasakan tekanan dampak dari kenaikan harga bahan plastik terhadap biaya operasional usahanya. Ia mengatakan, meskipun harga bahan naik, ia tidak mengubah takaran jualan karena khawatir kehilangan pelanggan. 

 

“Kalau disiasati sih saya tetap normal saja, takaran tidak saya kurangi. Tapi dampaknya ke untung jadi berkurang, dengan kenaikan harga plastik tentu saya tertekan," keluhnya.

 

Oji menambahkan, dalam kondisi tertentu, penurunan keuntungan tersebut bisa berdampak lebih jauh terhadap keberlangsungan usahanya. “Kalau sampai tidak laku, ya bisa gulung tikar,” keluhnya lagi.

 

Ia berharap kondisi global segera membaik agar stabilitas harga kembali pulih. Selain itu, ia juga meminta pemerintah dapat memberikan solusi agar tekanan biaya produksi tidak terus berlanjut, dan membebani pelaku usaha kecil. 

 

“Harapan saya konflik di Timur Tengah cepat selesai. Pemerintah juga bisa cari solusi supaya tidak berlarut-larut,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit