May Day 2026: Jumhur Hidayat Pimpin Aksi Buruh, Prabowo Subianto Siapkan Kaos Khusus dari Dana Pribadi
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, memastikan akan turun langsung memimpin aksi buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Mei 2026.
Aksi tahunan tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 300 ribu buruh dari berbagai daerah. Dari jumlah itu, sekitar 40 ribu buruh direncanakan akan melakukan konvoi sepeda motor menuju lokasi aksi, dengan Jumhur berada di barisan terdepan.
“Ini bentuk respons karena sejumlah aspirasi buruh sudah mulai diakomodasi negara,” ujar Jumhur di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Ia menyebut, beberapa tuntutan buruh yang tengah diproses pemerintah antara lain ratifikasi Konvensi 188 Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) terkait perlindungan nelayan, pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), hingga pengetatan regulasi sistem alih daya (outsourcing).
Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji revisi Undang-Undang Cipta Kerja agar lebih berkeadilan bagi pekerja dan pelaku usaha.
Dalam kesempatan yang sama, Jumhur mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan turut hadir dalam peringatan May Day tahun ini.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan menyediakan kaos dan payung bagi para peserta aksi menggunakan dana pribadi.
“Desain kaosnya langsung dari beliau. Bahkan beliau berpesan agar bahan kaos nyaman dan tidak panas,” ujar Andi Gani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia juga memberi sinyal bahwa Presiden Prabowo akan menyampaikan sejumlah kebijakan strategis terkait ketenagakerjaan dalam pidatonya di hadapan ratusan ribu buruh.
Rangkaian acara May Day 2026 dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, dengan massa mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Acara akan diisi dengan orasi para pimpinan serikat buruh, dilanjutkan pidato Presiden, serta penutup berupa sesi foto bersama sekitar 25 pimpinan konfederasi buruh di atas panggung.
Andi Gani menambahkan, pihaknya tetap menghormati kelompok buruh yang memilih merayakan May Day di lokasi berbeda.
Ia juga mengapresiasi sejumlah langkah pemerintah yang dinilai pro-buruh, seperti pengesahan UU PPRT, pembentukan satgas pemutusan hubungan kerja (PHK), serta rencana pembatasan sistem outsourcing.
Lebih lanjut, revisi UU Cipta Kerja ditargetkan rampung sebelum Oktober 2026, sesuai amanat Mahkamah Konstitusi.
Terkait pekerja sektor informal seperti ojek daring, pemerintah disebut tengah menyiapkan solusi komprehensif, termasuk pemberian jaminan kesehatan dan perlindungan sosial bagi para pekerja.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Haji 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


