Minyak Rusia Segera Masuk, Pemerintah Jamin BBM & LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan minyak mentah asal Rusia akan segera tiba di Indonesia dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.
Bahlil menegaskan, di tengah dinamika geopolitik global, prioritas utama pemerintah adalah menjaga ketersediaan energi dalam negeri tetap aman dan stabil.
“Yang paling penting bagi saya adalah memastikan stok energi kita tersedia,” ujar Bahlil dalam acara Dialog Kedaulatan Pangan dan Energi di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga memastikan bahwa harga BBM subsidi dan LPG 3 kilogram tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026, bahkan jika harga minyak dunia melonjak.
“Meski harga Indonesian Crude Price (ICP) mencapai 100 dolar AS, insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tetap tidak naik,” tegasnya.
Impor 150 Juta Barel dari Rusia
Indonesia diketahui mendapatkan pasokan sekitar 150 juta barel minyak mentah dari Rusia. Kesepakatan ini merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow bersama Bahlil beberapa waktu lalu.
Namun, Bahlil belum merinci harga pembelian minyak tersebut karena transaksi dilakukan melalui mekanisme business to business (B2B).
“Itu ranah B2B, jadi tidak bisa dibuka secara detail,” ujarnya.
Selain minyak mentah, pemerintah juga tengah menjajaki peluang impor LPG dari Rusia. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan.
“Saat ini stok LPG nasional masih berada di atas batas minimum,” tambahnya.
Langkah Strategis Jaga Ekonomi
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai impor minyak dari Rusia membawa dampak positif, terutama dari sisi harga yang lebih kompetitif.
“Minyak dari Rusia umumnya lebih murah, sehingga menguntungkan bagi Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menilai kebijakan menahan kenaikan harga BBM dan LPG subsidi sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Jika harga energi naik, dampaknya akan luas—mulai dari penurunan daya beli, melemahnya daya saing industri, hingga potensi gejolak sosial.
Pandangan serupa disampaikan Direktur NEXT Indonesia, Herry Gunawan. Menurutnya, kebijakan ini mampu menahan laju inflasi sekaligus menjaga konsumsi masyarakat.
Kesimpulan
Dengan tambahan pasokan energi dari Rusia dan komitmen menjaga harga subsidi, pemerintah berupaya meredam dampak tekanan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional hingga akhir tahun.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu






