TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Banjir Landa 12 Titik, Ratusan KK Terdampak

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 05 Mei 2026 | 07:05 WIB
BMKG ingatkan potensi hujan lebat di Tangsel hingga tanggal 8 Mei 2026
BMKG ingatkan potensi hujan lebat di Tangsel hingga tanggal 8 Mei 2026

CIPUTAT-Sekitar 12 titik dilanda banjir usai hujan deras mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (5/5) sore. Hingga pukul 19.00 WIB, ketinggian muka air terpantau bervariasi antara 15 centimeter hingga 1 meter, dengan dampak mencapai ratusan Kepala Keluarga (KK).

 

 Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, banjir dengan air cukup tinggi terjadi di Kampung Tembok Bolong, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur yakni mencapai 40-100 centimeter dan berdampak pada 185 KK. Sementara, di Jalan Flamboyan Adiraga, Kelurahan Rempoa, ketinggian air mencapai 1 meter dan merendam sekitar 60 KK.

 

 Sejumlah titik lain yang turut terdampak, antara lain Jalan Kayu Gede 1, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara dengan ketinggian air 30-60 centimeter berdampak pada 60 KK, Jalan Kuricang 4 dan 5, Pondok Ranji, Ciputat Timur air mencapai 30 centimeter berdampak kepada 60 KK serta RT 005/RW 05 Cempaka Putih, Ciputat Timur setinggi 25 centimeter, berdampak terhadap 40 KK. 

 

 Banjir juga mengganggu akses jalan di beberapa lokasi, seperti Jalan Perkutut Raya, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, dan Jalan Raya Ceger, Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren dengan ketinggian air masing-masing sekitar 30 centimeter dan 60 centimeter.

 

 Di wilayah Pondok Aren, tepatnya Perumahan Taman Mangu, tercatat 180 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar 15 centimeter. 

 

 "Sementara di Jurang Mangu Barat, banjir juga melanda Perumahan Jurang Mangu Permai dengan ketinggian air 50-100 centimeter berdampak ke 90 KK serta Perumahan Taman Safari dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter dan berdampak pada 180 KK," papar.Dian Wiryawan, Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel.

 

 Dia mengungkapkan, laporan awal diterima sekitar pukul 16.00 WIB. Seiring berjalannya waktu, jumlah titik terdampak terus bertambah.

 

 “Update terakhir hingga pukul 19.00 WIB, terdapat 12 titik genangan dan banjir yang tersebar di sejumlah wilayah. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 100 centimeter, dengan total dampak mencapai ratusan kepala keluarga,” ujar Dian.

 

 Ia menjelaskan, wilayah dengan dampak terbesar masih terjadi di Perumahan Pondok Hijau, Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, dengan sekitar 400 KK terdampak dan ketinggian air berkisar 30-80 centimeter.

 

 Penambahan titik juga terjadi di wilayah Rempoa, Ciputat Timur tepatnya di RT 08/RW 12, dengan ketinggian air 50-80 centimeter dan berdampak pada 55 KK.

 

 “Petugas BPBD bersama unsur terkait sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pemantauan. Kami juga menyiagakan personel untuk antisipasi jika terjadi peningkatan debit air,” jelas Dian.

 

 Ia mengimbau, masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

 

 “Kami mengimbau warga yang berada di wilayah rawan genangan untuk tetap siaga dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi,” imbaunya.

 

BMKG Prediksi Hujan Terjadi Hingga 8 Mei

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang masih akan terjadi di wilayah Tangsel hingga beberapa hari ke depan.

 

 Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto mengatakan, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi pada periode 3 hingga 5 Mei 2026. Sedangkan pada 6 hingga 8 Mei 2026, hujan diprakirakan masih terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat.

 

 “Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer, seperti gelombang Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO), serta adanya sirkulasi siklonik yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan,” ujarnya.

 

 Menurutnya, kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, pohon tumbang, hingga longsor di sejumlah wilayah rawan.

 

 BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang dan petir.

 

 “Masyarakat diharapkan memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menghindari aktivitas di daerah rawan banjir, serta hanya mengakses informasi resmi BMKG,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit