Ketajaman Borneo FC Jadi Senjata Utama, Ini Rahasia Pesut Etam Musim Ini
SAMARINDA – Ketajaman lini serang menjadi salah satu kunci sukses Borneo FC Samarinda sepanjang musim BRI Super League 2025/26. Konsistensi dalam mencetak gol membuat Pesut Etam terus bersaing di papan atas klasemen dan menempel ketat Persib Bandung.
Tim asuhan Fabio Lefundes tampil impresif dengan permainan menyerang yang atraktif. Hingga pekan ke-31, Borneo FC telah membukukan 64 gol dan menjadi tim paling produktif kedua di liga setelah Malut United FC.
Penyerang Borneo FC, Koldo Obieta, menyebut kekompakan tim sebagai faktor utama di balik performa stabil Pesut Etam musim ini. Menurutnya, kualitas individu para pemain mampu berpadu dengan baik lewat kerja sama kolektif di lapangan.
“Kami memiliki banyak pemain dengan karakter dan kualitas yang sangat baik. Namun yang paling penting, kami bermain sebagai tim yang solid dan kolektif,” ujar Obieta.
Pemain asal Spanyol itu juga menilai strategi yang diterapkan tim pelatih menjadi faktor penting yang membuat Borneo FC mampu tampil konsisten dari pekan ke pekan.
“Kepercayaan diri, taktik dari tim pelatih, dan cara bermain yang kami terapkan menjadi alasan mengapa tim ini bisa terus meraih kemenangan,” lanjutnya.
Obieta menegaskan, pencapaian Borneo FC sejauh ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen tim sejak awal musim.
“Semua ini adalah hasil kerja keras tim sejak awal musim. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik hingga akhir kompetisi,” tutupnya.
Borneo FC sebelumnya sukses meraih kemenangan 2-0 atas Persita Tangerang di Stadion Segiri, Samarinda, Selasa (5/5/2026). Setelah itu, Pesut Etam akan menjalani laga tandang menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026).
TangselCity | 21 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 19 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu






