Maling Gasak Alat Musik Sekolah Berkebutuhan Khusus Di Pondok Pucung
PONDOK AREN-Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren. Kali ini, sejumlah alat musik milik sekolah anak berkebutuhan khusus (SKh), di Yayasan Bina Griya Karya raib digondol maling.
Peristiwa itu diketahui pada Senin (11/5) pagi saat para pengajar datang untuk memulai aktivitas belajar mengajar.
Guru musik Yayasan Bina Griya Karya, Andre mengatakan, pelaku diduga masuk ke ruang musik dengan cara merusak gembok pintu. “Yang hilang empat unit keyboard dan dua gitar akustik,” kata Andre di lokasi kejadian, Senin (11/5).
Menurut Andre, pelaku juga sempat mengeluarkan perangkat amplifier dari dalam ruangan. Namun alat pengeras suara itu ditinggalkan begitu saja di luar kelas. “Amplifier sudah berada di luar ruangan, kemungkinan mau dibawa juga tapi ditinggal,” ujarnya.
Ia memastikan, pelaku berhasil masuk ke ruang belajar musik setelah merusak pengaman pintu. “Kunci gemboknya sudah enggak ada,” ungkapnya.
Andre mengaku, mendapat informasi adanya pencurian sekitar pukul 08.00 WIB. Saat tiba di lokasi, kondisi ruang musik sudah berantakan dan sejumlah alat musik tidak lagi berada di tempatnya.
Ia pun merasa prihatin lantaran alat-alat tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak berkebutuhan khusus.
Meski kehilangan sejumlah fasilitas penting, pihak yayasan memastikan kegiatan latihan musik tetap berjalan seperti biasa.
Menurut Andre, latihan musik menjadi bagian penting bagi para siswa sehingga tidak bisa dihentikan begitu saja.
“Latihan tidak ditiadakan karena anak berkebutuhan khusus kalau ditiadakan dia bisa tantrum, jadi tetap diadakan,” jelasnya.
Sementara, aksi pencurian ternyata bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Dua pekan sebelumnya, SDN Pondok Pucung 03 yang berada tepat di belakang yayasan juga menjadi sasaran maling.
Dalam kasus itu, pelaku membawa kabur satu unit televisi, speaker aktif, uang tunai, hingga tongkat swafoto atau tongsis.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pondok Pucung, Aiptu Sanusi mengatakan, pelaku masuk ke area sekolah melalui jendela yang dicongkel. “Dia lewat jendela dengan mencongkel. Ada salah satu kunci jendela yang kurang kencang, dia masuk lalu langsung lompat,” pungkasnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 12 jam yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu





