AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz, Tinggal Tunggu Restu Trump dan Khamenei
IRAN - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan penting yang membuka peluang meredanya ketegangan di Timur Tengah. Salah satu poin utama dalam draf perjanjian tersebut adalah pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Kesepakatan itu disebut hanya tinggal menunggu penandatanganan resmi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Laporan media Amerika Serikat, New York Times (NYT), Senin (25/5/2026), menyebut proses finalisasi tinggal menunggu persetujuan kedua pemimpin. Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan penandatanganan diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran dikabarkan bersedia memusnahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi. Namun, mekanisme pemusnahan hingga pembahasan soal rudal dan moratorium pengayaan uranium masih akan dinegosiasikan lebih lanjut.
Media AS lainnya, Fox News, melaporkan Washington siap mempertimbangkan pelonggaran sanksi apabila Teheran memenuhi tuntutan terkait pengurangan stok uranium yang diperkaya tinggi.
Pemerintah AS bahkan menilai draf kesepakatan kali ini lebih kuat dibanding perjanjian nuklir tahun 2015 pada era Presiden Barack Obama.
Sebagai bagian dari kesepakatan, AS juga disebut akan membuka kembali akses pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) bersama negara-negara Teluk bakal memastikan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Laporan Axios menyebut kesepakatan itu juga mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Selama periode tersebut, Iran disebut akan membersihkan ranjau di Selat Hormuz dan membebaskan kapal melintas tanpa pungutan biaya.
Sebagai imbalannya, Teheran diberi ruang menjual minyak secara bebas selama masa gencatan senjata berlangsung.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tidak ada keputusan strategis yang diambil tanpa persetujuan pemimpin tertinggi Iran dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Sementara itu, Trump mengaku meminta tim negosiator AS tidak terburu-buru menuntaskan kesepakatan. Menurutnya, pembicaraan berjalan konstruktif, namun tetap membutuhkan waktu agar hasilnya benar-benar matang.
Mediator utama perundingan, Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar, menyebut perkembangan terbaru memberi harapan besar bahwa kesepakatan damai kini semakin dekat menjadi kenyataan.
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu





