Khutbah Arafah Gaungkan Tri Sukses Haji, Pemerintah Perkuat Layanan Jemaah
ARAFAH – Puncak ibadah haji yang ditandai dengan wukuf di Padang Arafah, 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah (26/5/2026), berlangsung khidmat dan penuh haru. Ribuan jemaah haji Indonesia larut dalam doa, zikir, dan munajat di tengah suasana spiritual yang menyentuh hati.
Sejak pagi, lantunan talbiyah menggema dari tenda-tenda jemaah di kawasan Arafah. Momen sakral itu menjadi ruang perenungan bagi para tamu Allah yang tengah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci.
Di tenda utama Misi Haji Indonesia, KH Acep Saefudin Chalim didaulat menyampaikan khutbah Arafah. Dalam tausiyahnya, dia mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dan kemurnian niat selama menunaikan ibadah haji.
Momentum wukuf tahun ini juga dimanfaatkan Pemerintah untuk menegaskan arah baru penyelenggaraan ibadah haji melalui semangat Tri Sukses Haji. Konsep tersebut digagas sebagai pedoman utama dalam seluruh aspek pelayanan jemaah.
Menteri Haji dan Umrah RI, atau Gus Irfan, hadir langsung di tengah jemaah. Dia menegaskan bahwa penyelenggaraan haji 1447 Hijriah menjadi babak baru pelayanan haji Indonesia yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
“Tri Sukses Haji menjadi kompas pelayanan bagi seluruh petugas agar negara benar-benar hadir memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi seluruh jemaah Indonesia,” ujar Gus Irfan.
Dia menjelaskan, pilar pertama dalam Tri Sukses Haji adalah sukses ritual, yakni memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan sah secara syariat, tertib, aman, dan khusyuk.
Pilar kedua adalah sukses ekosistem ekonomi. Pemerintah ingin perputaran ekonomi selama musim haji memberi manfaat nyata bagi Indonesia, termasuk melalui penguatan pelaku usaha domestik dan pengelolaan dana dam yang resmi, transparan, serta akuntabel.
Sementara pilar ketiga adalah sukses peradaban. Menurut Gus Irfan, ibadah haji diharapkan mampu membentuk karakter jemaah menjadi lebih disiplin, sabar, santun, dan memiliki kepedulian sosial yang lebih kuat saat kembali ke tanah air.
“Ini bukan sekadar sukses penyelenggaraan ibadah, tetapi juga gerakan membangun karakter dan peradaban bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga memaparkan sejumlah inovasi pelayanan haji tahun ini. Di antaranya penerapan skema murur dan tanazul untuk mengurangi kepadatan mobilisasi jemaah di Muzdalifah dan Mina.
Pemerintah juga meningkatkan standar layanan konsumsi, melakukan digitalisasi pengelolaan dam, serta memperkuat program haji ramah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi (risti).
Dia mengajak seluruh jemaah memanfaatkan momentum wukuf di Arafah untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri agar dapat kembali ke Indonesia dengan predikat haji mabrur.
Berdasarkan data resmi Kementerian Haji dan Umrah, jumlah jemaah haji reguler Indonesia tahun ini mencapai 202.551 orang yang tergabung dalam 527 kelompok terbang (kloter). Jumlah itu ditambah 16.596 jemaah haji khusus.
Untuk mendukung pelayanan optimal, Pemerintah menerjunkan 2.098 petugas haji yang disebar di berbagai titik layanan strategis.
Melalui semangat Tri Sukses Haji, Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah, mulai dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina berjalan aman, lancar, dan memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat sepulangnya para jemaah ke Tanah Air.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu






