TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Terminal Buku di Pasar Modern BSD, Warisan Cinta Literasi yang Bertahan Hampir Dua Dekade5

Oleh: Emir MG
Editor: AY
Senin, 08 Juni 2026 | 13:43 WIB
Ibu Leni, pemilik Terminal Buku, tengah melayani pelanggan yang mencari koleksi bacaan. Selain berjualan langsung di toko, Terminal Buku juga memasarkan buku-bukunya melalui berbagai platform marketplace untuk menjangkau lebih banyak pembaca. Foto : Ist
Ibu Leni, pemilik Terminal Buku, tengah melayani pelanggan yang mencari koleksi bacaan. Selain berjualan langsung di toko, Terminal Buku juga memasarkan buku-bukunya melalui berbagai platform marketplace untuk menjangkau lebih banyak pembaca. Foto : Ist

BSD – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah kebiasaan membaca masyarakat, keberadaan toko buku bekas masih mampu mempertahankan pesonanya. Salah satunya adalah Terminal Buku, sebuah toko buku bekas yang berlokasi di Pasar Modern BSD dan telah menjadi tujuan para pencinta buku selama hampir 20 tahun.


Usaha yang kini dikelola oleh Ibu Leni tersebut lahir dari kecintaan almarhum suaminya terhadap dunia literasi. Berawal dari koleksi buku pribadi yang terus bertambah hingga memenuhi rumah, pasangan ini kemudian memutuskan untuk membuka usaha persewaan sekaligus penjualan buku.
“Awalnya karena buku-buku di rumah sudah terlalu banyak. Suami saya memang sangat suka buku. Akhirnya beliau membuka persewaan buku dari koleksi yang ada,” kenang Leni.


Sebelum menempati lokasi saat ini di Pasar Modern BSD, Terminal Buku pertama kali beroperasi di kawasan Taman Jajan BSD. Namun, seiring bertambahnya jumlah koleksi, tempat tersebut tidak lagi mampu menampung ribuan buku yang dimiliki, sehingga usaha tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih luas.


Tidak hanya menjual koleksi pribadi, Terminal Buku juga menerima buku bekas dari masyarakat. Meski demikian, Leni tetap melakukan seleksi terhadap setiap buku yang masuk agar sesuai dengan minat pasar.


“Kalau ada yang mau jual buku ke saya, saya pilih dulu. Saya lihat mana yang masih diminati dan bisa dijual lagi. Kalau terlalu lama tidak laku, biasanya tidak saya ambil,” jelasnya.

 

Beragam jenis buku tersedia di toko ini, mulai dari novel, komik, hingga buku pengetahuan umum. Di antara berbagai koleksi yang ada, komik-komik klasik seperti Tintin, Asterix, dan Lucky Luke menjadi buruan para pelanggan.


“Tintin, Asterix, sama Lucky Luke itu termasuk yang paling cepat terjual. Banyak yang masih mencarinya sampai sekarang,” ujarnya.


Pengunjung Terminal Buku berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Sebagian datang untuk mencari bacaan favorit masa kecil, sementara yang lain berburu koleksi langka yang sudah sulit ditemukan di toko buku umum.


Meski memiliki pelanggan setia, Leni mengakui bisnis buku bekas memiliki dinamika tersendiri. Penjualan tidak selalu stabil dan sering kali bergantung pada minat pasar serta ketersediaan koleksi yang dicari pembeli.
“Namanya usaha buku bekas itu fluktuatif. Kadang ada penjualan, kadang tidak ada sama sekali,” katanya.


Untuk mengikuti perkembangan zaman, Terminal Buku kini juga hadir di berbagai platform digital seperti Shopee, Tokopedia, dan Instagram. Namun, pengelolaan toko daring masih menjadi tantangan karena hampir seluruh proses dikerjakan sendiri oleh Leni, mulai dari memotret buku, mengunggah katalog, hingga melayani pelanggan.


“Saya yang foto buku, upload, sampai melayani pembeli. Kalau ada bantuan untuk mengurus online, saya rasa penjualannya bisa lebih berkembang lagi,” tuturnya.


Di balik perjalanan panjang Terminal Buku, tersimpan kisah yang penuh makna. Setelah sang suami meninggal dunia, Leni memilih melanjutkan usaha tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kecintaan suaminya pada buku dan dunia literasi.


“Karena ini peninggalan suami saya, jadi saya lanjutkan. Beliau memang sangat mencintai buku,” ungkapnya dengan haru.


Ke depan, Leni berharap Terminal Buku dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pembaca melalui pemanfaatan marketplace serta media sosial yang lebih optimal.


“Harapan saya bisa lebih aktif lagi di marketplace dan media sosial supaya buku-buku yang ada di sini bisa menjangkau lebih banyak pembaca,” pungkasnya.


Terminal Buku buka setiap hari di Pasar Modern BSD mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Dengan koleksi yang beragam, harga yang terjangkau, dan cerita panjang di balik perjalanannya, toko ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap buku tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit