Di Tengah Era Digital, Anelinda Books Tetap Bertahan
BSD – Di tengah gempuran teknologi digital dan maraknya penggunaan e-book, toko buku fisik ternyata masih memiliki daya tarik tersendiri. Hal itu terlihat dari perjalanan Anelinda Books, toko buku di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, yang tetap bertahan bahkan kembali diminati generasi muda.
Berlokasi di Ruko Golden Boulevard Blok I No. 1, Anelinda Books menjadi tempat berburu berbagai jenis buku, mulai dari buku baru, buku bekas berkualitas, hingga buku langka dan antik yang memiliki nilai koleksi.
Pemilik Anelinda Books, Anton Utomo, mengisahkan bahwa kecintaannya terhadap buku telah tumbuh sejak kecil. Setelah menyelesaikan kuliah di Bandung pada 1990, ia mendirikan taman bacaan yang kemudian menjadi cikal bakal usaha yang kini dikenal sebagai Anelinda Books.
“Dari kecil saya memang suka membaca. Setelah lulus kuliah, saya membuka taman bacaan di Bandung. Dari situlah semuanya bermula,” ujar Anton.
Perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Saat berpindah ke Jakarta, Anton sempat meninggalkan dunia buku karena menekuni usaha kontraktor. Namun, krisis ekonomi dan kerusuhan 1998 mengubah arah hidupnya. Ia kembali mengumpulkan koleksi buku dan mulai menjualnya hingga berkembang menjadi toko buku yang bertahan sampai sekarang.
Memasuki era internet pada awal 2000-an, Anton memanfaatkan website dan email untuk menjangkau pembeli dari berbagai daerah. Langkah tersebut membuat Anelinda Books mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan identitasnya sebagai toko buku fisik.
Salah satu keunggulan Anelinda Books adalah harga yang terjangkau. Berbagai buku dapat ditemukan dengan harga mulai dari Rp5.000, sehingga menjadi alternatif bagi pembaca yang ingin menambah koleksi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Masih banyak buku yang dijual mulai Rp5.000 hingga Rp10.000. Bahkan beberapa komik bisa didapat dengan harga yang lebih murah dibandingkan toko buku besar,” katanya.
Menurut Anton, minat terhadap buku fisik memang sempat menurun seiring berkembangnya teknologi digital. Namun, setelah pandemi COVID-19, ia melihat tren yang berbeda. Semakin banyak anak muda dan Gen Z yang datang untuk mencari buku motivasi, novel, sejarah, hingga berbagai bacaan pengembangan diri.
Melihat perubahan tersebut, Anelinda Books juga aktif memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjangkau pembaca baru. Konten yang dibuat tidak hanya berisi promosi, tetapi juga ulasan dan pembahasan buku yang diharapkan dapat menumbuhkan minat baca.
Ke depan, Anton berharap Anelinda Books dapat menjadi lebih dari sekadar toko buku. Ia ingin menghadirkan ruang yang nyaman bagi para pecinta literasi untuk membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan.
“Harapannya, tempat ini bisa menjadi ruang berkumpul bagi pecinta buku. Jika ada kesempatan untuk memperluas tempat, saya ingin mengembangkan konsep ruang baca yang dipadukan dengan kafe agar lebih nyaman bagi pengunjung,” tutupnya.
TangselCity | 7 jam yang lalu
Opini | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 16 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu



