Imigrasi Tangerang Selidiki Temuan Ratusan Paspor Bekas Di Serpong
SERPONG-Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang menelusuri temuan ratusan paspor bekas yang ditemukan berserakan di area halte Jalan Letnan Sutopo, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu (7/6).
Penelusuran dilakukan setelah informasi mengenai temuan tersebut beredar dan menarik perhatian masyarakat karena dokumen yang ditemukan merupakan dokumen resmi negara.
Kepala Kantor Imigrasi Tangerang, Hasanin mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas dari Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) untuk melakukan pengecekan ke lokasi.
“Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang melalui bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) telah melakukan penelusuran dan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi tersebut,” kata Hasanin dalam keterangan tertulis, Senin (8/6).
Petugas mendatangi lokasi sekitar pukul 22.00 WIB pada Minggu (7/6). Namun saat tiba di lokasi, paspor yang sebelumnya dilaporkan berserakan sudah tidak ditemukan. Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan temuan tersebut.
“Selain itu petugas juga menemukan beberapa lembar dokumen berupa bukti setoran haji yang diduga memiliki keterkaitan dengan dokumen yang sebelumnya berada di lokasi tersebut,” ungkapnya.
Selain dokumen setoran haji, petugas juga menemukan dua sampul paspor yang tertinggal di sekitar lokasi. Atas temuan tersebut, Imigrasi Tangerang akan melakukan penelusuran lebih lanjut dengan memeriksa nomor paspor melalui sistem penerbitan paspor nasional.
“Melakukan pengecekan nomor paspor pada sistem penerbitan paspor untuk mendapatkan data atau keterangan lebih lanjut perihal pemilik serta penjamin paspor tersebut,” tuturnya.
Imigrasi juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait serta melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) guna mengungkap pihak yang diduga membuang paspor dan dokumen tersebut.
“Hasil pendalaman tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Ratusan paspor bekas itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Martino setelah mendapat informasi dari rekannya. “Jadi teman saya baru pulang dari Jogja, turun di halte tersebut melihat paspor berserakan di samping halte di bawah pohon,” kata Martino.
Mendapat informasi tersebut, Martino kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kebenarannya. Saat tiba di lokasi, ia mendapati ratusan paspor masih berserakan meski sebagian besar hanya berupa sampul dan lembar halaman depan maupun belakang.
“Begitu saya buka memang keliatan hanya sampul hijau saja, sama sampul halaman depan belakang paspor itu saja, tengahnya itu sudah tidak ada, sudah disobek-sobek. Tapi ada beberapa yang tercecer yang ada datanya,” ujarnya.
Martino mengaku heran dengan keberadaan paspor bekas tersebut di lokasi umum. Menurutnya, paspor yang sudah tidak berlaku biasanya tetap dikembalikan kepada pemiliknya.
“Memang paspor bekas sih, paspor lama. Yang saya bingung setahu saya paspor lama itu dikembalikan ke pemilik walaupun sudah tidak berlaku. Terus kemudian seandainya itu ditahan Imigrasi kenapa tidak dimusnahkan dan ada di lokasi yang tidak selayaknya,” ungkapnya.
Berdasarkan identifikasi awal yang dilakukannya, Martino menduga paspor tersebut merupakan milik jamaah haji atau umrah. Dugaan itu muncul karena banyak foto pemilik paspor yang mengenakan atribut ibadah serta adanya barcode visa yang umum digunakan dalam perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
“Hampir semua tertempel foto dan dari hasil identifikasi saya, semua paspor itu kemungkinan milik bekas jamaah haji atau umrah. Terlihat dari sampul, ada barcode-nya, identik dengan paspor haji atau umrah,” katanya.
Dugaan tersebut semakin menguat karena penemuan paspor terjadi bertepatan dengan momentum kepulangan jamaah haji asal Tangsel di Islamic Center Baiturrahmi yang lokasinya tidak jauh dari tempat penemuan.
Namun demikian, Martino menegaskan, dirinya tidak dapat memastikan apakah kedua peristiwa tersebut memiliki keterkaitan.
“Dan kebetulan pada Subuh itu hari pertama kembalinya jamaah haji Tangsel di Islamic Center. Cuma ada kaitannya atau tidak saya tidak tahu ya. Hanya kebetulan terjadi di hari yang bersamaan,” pungkasnya.
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu


