Sekda Dorong Pembentukan Training of Trainer Untuk ASN
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
CIPUTAT-Perkuat kualitas pelayanan publik, kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus ditingkatkan. Salah satunya melalui Seminar Service Excellence agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, responsif, dan mengacu pada standar yang telah ditetapkan.
Seminar bertajuk 'Membangun Budaya Pelayanan Prima untuk Mewujudkan ASN yang Profesional, Responsif, dan Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat' itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, di Puspemkot Tangsel, Kamis (23/7).
Bambang menegaskan, pelayanan publik tidak boleh dijalankan berdasarkan penilaian atau kebiasaan masing-masing aparatur. Seluruh ASN harus memahami dan menerapkan standar pelayanan yang telah ditetapkan agar masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas dan memiliki kepastian.
"Lalu apa yang ingin kita capai dari kegiatan ini? Tentunya kita akan belajar bagaimana melayani masyarakat dengan standar dan ukuran yang sudah teruji, bukan hanya berdasarkan apa yang kita anggap baik, tetapi mengacu pada standar yang telah ditetapkan," ujar Bambang.
Menurutnya, standar pelayanan menjadi pedoman penting agar kualitas layanan yang diterima masyarakat tetap konsisten di setiap unit pelayanan. Sebab, perlakuan yang dianggap tepat dalam satu kondisi belum tentu sesuai untuk kondisi lainnya.
"Kadang-kadang untuk subjek pelayanan tertentu, satu perilaku bisa diterima, tetapi pada subjek lain belum tentu dapat diterima. Hal inilah yang akan kita coba generalisasi dalam konteks pelayanan publik," katanya.
Bambang menambahkan, pelayanan prima tidak hanya diukur dari cepat atau lambatnya penyelesaian administrasi. Cara aparatur berkomunikasi, memberikan informasi secara jelas, bersikap responsif, hingga menunjukkan keramahan saat melayani juga menjadi faktor penting dalam membangun kepuasan masyarakat.
"Kalau kita datang ke suatu tempat sebagai pelanggan, kita ingin dilayani seperti apa? Apakah ketika dijawab tanpa memandang kita itu sudah bisa disebut pelayanan yang baik? Kita harus melihatnya dari posisi masyarakat," tuturnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah seminar selesai. Untuk itu, Bambang mendorong pembentukan training of trainers agar ASN yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak sekaligus membagikan pengetahuan kepada rekan kerja di perangkat daerah masing-masing.
"Saya harapkan nanti dibentuk training of trainer (ToT), sehingga proses pembelajaran tidak berhenti sampai di sini. Teman-teman yang sudah dilatih bisa menjadi bagian dari penggerak perubahan ke depan," ujarnya.
Selain itu, Bambang meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyusun program peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan kapasitas aparatur harus selaras dengan peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kota Tangsel terus berkembang. Karena itu, sebagai daerah penyangga Jakarta dengan karakteristik masyarakat yang beragam, standar pelayanan pemerintah harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi harapan warga.
"Kita berbatasan dengan Jakarta. Masyarakat kita memiliki karakteristik dan kebutuhan yang sangat beragam. Artinya, standar pelayanan yang kita miliki juga harus terus kita tingkatkan," tegasnya.(rmn)
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



