Rupiah Bertahan di Tengah Tekanan Global
JAKARTA – Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan kuat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/6/2026) pagi. Berdasarkan data Google Finance, rupiah sempat bergerak di kisaran Rp18.025 per dolar AS pada pukul 07.05 WIB dan menyentuh level Rp18.229 per dolar AS beberapa menit kemudian.
Sepanjang tahun 2026, rupiah memang bergerak dinamis seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Meski demikian, berbagai pihak meyakini stabilitas ekonomi nasional tetap menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Pengamat ekonomi dan pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Data ekonomi AS yang relatif kuat membuat ekspektasi penurunan suku bunga menjadi lebih terbatas, sehingga mendukung penguatan dolar terhadap sejumlah mata uang dunia.
Dari sisi domestik, kenaikan harga minyak dunia meningkatkan kebutuhan devisa untuk impor energi. Di samping itu, pasar turut memperhatikan perkembangan inflasi, neraca perdagangan, dan prospek utang Indonesia.
Meski menghadapi berbagai tantangan eksternal, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan yang baik. Pemerintah dan otoritas terkait terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat sektor keuangan, serta menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika global yang berlangsung.
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu


