Kue Rangi Eka Tetap Eksis di Gading Serpong, Menjaga Cita Rasa Tradisional di Tengah Tren Kuliner Modern
GADING SERPONG – Di tengah maraknya berbagai makanan dan minuman kekinian yang terus bermunculan, Kue Rangi Eka tetap bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional favorit di kawasan Gading Serpong. Berlokasi di depan Soto Betawi Bang Ebet, Ruko Madison Grande Blok L58, usaha milik Eko ini telah melayani pelanggan sejak tahun 2012.
Selama lebih dari satu dekade, Pak Eko konsisten menyajikan kue rangi dengan cita rasa khas Betawi yang dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti tepung sagu, kelapa parut, garam, dan siraman gula merah. Kesederhanaan tersebut justru menjadi daya tarik yang membuat jajanan tradisional ini tetap diminati berbagai kalangan.
Pak Eko mengungkapkan, pemilihan lokasi berjualan bukan tanpa alasan. Ia sengaja memilih tempat yang ramai agar lebih mudah dikenal masyarakat dan menarik perhatian pelanggan yang melintas.
"Saya mencari lokasi yang ramai. Kebetulan Soto Betawi Bang Ebet cukup banyak pengunjung, jadi saya memilih berjualan di sini. Alhamdulillah pemilik tempat juga mengizinkan saya berjualan," ujarnya saat ditemui Tangsel Pos, Rabu (10/6/2026).
Untuk menjaga kualitas dan cita rasa, seluruh bahan baku diperoleh dalam kondisi segar dari pasar. Proses memasak pun dilakukan saat ada pesanan sehingga pelanggan dapat menikmati kue rangi yang baru matang dan masih hangat.
Dalam sehari, Pak Eko mampu menjual sekitar 30 hingga 40 porsi kue rangi dengan harga Rp15.000 per porsi. Namun jumlah penjualan tersebut dapat berubah tergantung tingkat keramaian dan jumlah pelanggan yang datang.
Meski telah lama menjalankan usahanya, berbagai tantangan tetap dihadapi. Salah satunya adalah fluktuasi jumlah pembeli yang berdampak pada pendapatan harian. Selain itu, kenaikan harga kebutuhan pendukung seperti plastik dan kemasan mika turut menambah biaya operasional usaha.
"Kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik dan mika cukup berpengaruh terhadap biaya operasional dan penjualan," kata Pak Eko.
Meski demikian, semangatnya untuk melestarikan kuliner tradisional tidak surut. Ia berharap Kue Rangi Eka dapat terus bertahan di tengah persaingan kuliner modern serta semakin dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda.
"Semoga penjualan tetap lancar dan saya diberikan kesehatan serta umur panjang untuk terus berjualan," tutupnya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 8 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 20 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu


