TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

PSI Tegaskan Safari Jokowi ke Daerah Bukan Agenda Politik, Fokus Penuhi Undangan Masyarakat

Reporter & Editor : AY
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:32 WIB
Mantan Presiden ke 7 Jokowi. Foto : Ist
Mantan Presiden ke 7 Jokowi. Foto : Ist

SOLO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bahwa rangkaian kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke berbagai daerah tidak berkaitan dengan agenda politik. Kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk pemenuhan undangan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi kebangsaan.

 

Wakil Ketua Umum PSI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menjelaskan bahwa Jokowi kini kembali aktif menghadiri berbagai kegiatan setelah kondisi kesehatannya membaik.

 

“Ini bukan safari politik. Lebih kepada bagaimana Pak Jokowi memenuhi sejumlah undangan dari masyarakat, termasuk apabila terdapat kegiatan bersama Partai Solidaritas Indonesia,” ujar Isyana di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (16/6/2026).

 

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri kegiatan santunan bagi sekitar 100 anak yatim piatu dari wilayah Jabodetabek dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharam.

 

Menurut Isyana, Jokowi juga telah menyampaikan bahwa kondisi kesehatannya saat ini sudah sangat baik sehingga dapat kembali memenuhi undangan dari berbagai kalangan masyarakat.

 

“Beliau sudah bisa kembali menjalankan aktivitas dan memenuhi undangan yang datang dari masyarakat,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan peran atau posisi Jokowi di PSI, Isyana memilih belum memberikan penjelasan lebih jauh.

 

“Kita tunggu saja,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, PSI saat ini disebut tengah memusatkan perhatian pada penguatan struktur organisasi menjelang tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual partai politik yang akan berlangsung pada 2027.

 

“Fokus utama kami saat ini adalah memperkuat organisasi untuk menghadapi tahapan tersebut,” tambahnya.

 

Ketua Umum Gerakan Nusantara (Gentara), Zulfan Lindan, turut menepis anggapan bahwa safari kebangsaan Jokowi merupakan bagian dari langkah politik.

 

Menurutnya, kunjungan tersebut lebih mencerminkan hubungan emosional antara mantan kepala negara dengan masyarakat yang pernah dipimpinnya.

“Ini bukan soal politik atau kekuasaan, melainkan hubungan batin antara seorang pemimpin dengan rakyat yang pernah dipimpinnya,” ujar Zulfan.

 

Ia mengaku telah berdiskusi lebih dari dua jam dengan Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pekan lalu. Dalam pertemuan itu, disebutkan bahwa selama hampir dua tahun terakhir banyak masyarakat dari berbagai daerah datang ke Solo untuk bertemu Jokowi.

 

Karena itu, menurut Zulfan, menjadi hal yang wajar apabila Jokowi kini ingin membalas silaturahmi dengan mendatangi masyarakat secara langsung.

 

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan bahwa safari kebangsaan Jokowi dijadwalkan dimulai dari Lampung pada akhir Juni 2026. Setelah itu, kunjungan akan berlanjut ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat sebagai bagian dari rangkaian agenda ke 38 provinsi.

 

Bestari juga menyebut PSI berharap Jokowi turut menyampaikan pesan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam setiap kunjungan ke daerah.

 

“Salah satu pesan yang kami titipkan adalah agar Pak Jokowi mengajak masyarakat untuk terus mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran,” ujarnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit