TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pos Gizi Pondok Pucung Jadi Percontohan, SPPG Siap Dukung Penanganan Stunting di Seluruh Tangsel

Reporter & Editor : Irma Permata Sari
Kamis, 30 Juli 2026 | 20:45 WIB
kegiatan Koordinasi Pembentukan Pos Gizi di Tujuh Kecamatan yang digelar di wilayah Serpong, Kamis (30/7). (Ist)
kegiatan Koordinasi Pembentukan Pos Gizi di Tujuh Kecamatan yang digelar di wilayah Serpong, Kamis (30/7). (Ist)

SERPONG – Keberhasilan Kelurahan Pondok Pucung menjalankan Pos Gizi secara berkelanjutan selama tiga tahun menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pengalaman tersebut dibagikan dalam kegiatan Koordinasi Pembentukan Pos Gizi di Tujuh Kecamatan yang digelar di wilayah Serpong, Kamis (30/7).

 

Lurah Pondok Pucung, Murdih, didapuk sebagai narasumber untuk memaparkan praktik baik (best practice) pelaksanaan Pos Gizi yang dinilai berhasil mendukung upaya percepatan penanganan stunting.

Murdih mengatakan, Pos Gizi di Kelurahan Pondok Pucung telah berjalan sejak tiga tahun lalu dan hingga kini tetap aktif memberikan pendampingan kepada balita yang membutuhkan perbaikan gizi.

 

"Alhamdulillah Pos Gizi di Pondok Pucung sudah berjalan tiga tahun, dari awal pembentukan sampai sekarang masih terus berjalan," ujarnya.

 

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari tujuh kelurahan yang Pos Gizinya masih aktif. Menurutnya, sebagian besar Pos Gizi di kelurahan lain belum berjalan optimal karena terkendala pendanaan serta kurangnya sinergi antara kader, puskesmas, dan pemerintah kelurahan.

 

"Rata-rata kendalanya ada di pendanaan dan belum terbangunnya koordinasi yang baik antara kader, kepala puskesmas, dan lurah," katanya.

 

Melihat kondisi tersebut, Murdih mengusulkan agar program Pos Gizi disinergikan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Usulan itu, kata dia, mendapat respons positif dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

 

Dalam forum koordinasi tersebut, pengelola SPPG dari tujuh kecamatan juga diundang dan menyatakan kesiapan mendukung operasional Pos Gizi di setiap kelurahan.

 

"Sekarang SPPG sudah siap men-support kegiatan Pos Gizi. Artinya, persoalan utama soal pendanaan mulai teratasi sehingga seharusnya tidak ada lagi alasan Pos Gizi di setiap kelurahan tidak berjalan," ungkapnya.

 

Murdih mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir operasional Pos Gizi di Pondok Pucung berjalan berkat kolaborasi berbagai pihak. Pada tahap awal, pendanaan diperoleh melalui kegiatan Jumat Berkah yang melibatkan aparatur kelurahan, puskesmas, kader kesehatan, hingga pengurus RT dan RW.

 

Selanjutnya, Kelurahan Pondok Pucung menggandeng sejumlah klinik swasta melalui bantuan sosial serta memperoleh dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga kegiatan Pos Gizi dapat terus berlangsung hingga saat ini.

 

"Kuncinya adalah membangun kolaborasi. Awalnya kami bergotong royong, kemudian mengajukan permohonan bantuan ke klinik-klinik dan mendapatkan dukungan CSR. Alhamdulillah sampai sekarang Pos Gizi tetap berjalan," jelasnya.

 

Ia berharap kolaborasi antara program Pos Gizi dengan SPPG dapat diterapkan di seluruh kelurahan di Tangsel. Dengan dukungan tersebut, upaya penanganan stunting diyakini akan semakin optimal karena didukung pembiayaan dan penyediaan makanan bergizi secara berkelanjutan.

 

"Kalau sekarang SPPG sudah siap mendukung, menurut saya tidak ada alasan lagi Pos Gizi di setiap kelurahan tidak berjalan. Ini menjadi bentuk sinergi antara program nasional dan program daerah dalam mempercepat penanganan stunting," pungkas Murdih.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit