KAI Siapkan Dua Proyek Besar: Integrasi Rel Sumatera dan Akuisisi INKA
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan dua langkah strategis untuk memperkuat industri perkeretaapian nasional. Agenda tersebut meliputi pembangunan jaringan rel terintegrasi di Sumatera serta rencana akuisisi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang ditargetkan terealisasi pada akhir 2026.
Direktur Utama Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan jaringan kereta di Sumatera menjadi salah satu prioritas nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Bobby, saat ini jaringan kereta di Sumatera masih terpisah di sejumlah wilayah sehingga belum membentuk koridor transportasi yang saling terhubung. KAI menargetkan pengembangan jaringan yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung sebagai tulang punggung transportasi berbasis rel di pulau tersebut.
Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan investasi proyek diperkirakan mencapai 20–25 miliar dolar AS atau sekitar Rp350 triliun. Nilai tersebut mencakup pembangunan jaringan rel dari ujung utara hingga selatan Sumatera.
Pada tahap awal, KAI memprioritaskan pembangunan jalur Banda Aceh–Besitang di Sumatera Utara sepanjang sekitar 478 kilometer. Saat ini proyek masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Pemerintah juga telah membentuk tim lintas kementerian dan lembaga untuk mengkaji aspek teknis serta skema pendanaan proyek. Tim tersebut melibatkan kementerian terkait, termasuk sektor infrastruktur dan transportasi.
Selain ekspansi jaringan rel, KAI menargetkan proses akuisisi PT Industri Kereta Api (Persero) dapat ditandatangani pada November 2026.
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menyebut integrasi ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok sarana perkeretaapian, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan sinergi jangka panjang.
Dalam lima tahun ke depan, kebutuhan sarana KAI diproyeksikan mencakup sekitar 2.000 gerbong bottom dump, 1.200 gerbong datar, 652 kereta penumpang, serta 30 rangkaian KRL untuk kawasan Jabodetabek.
Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai pembangunan rel Sumatera dan integrasi INKA–KAI merupakan langkah penting untuk memperkuat transportasi massal berbasis rel di luar Jawa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 17 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu




