Lurah Cipayung Temukan Pendangkalan hingga Sampah Penyebab Banjir, Pengerukan Kali Ciputat Dioptimalkan
CIPUTAT – Upaya mengatasi genangan dan banjir di wilayah Kelurahan Cipayung terus dioptimalkan. Salah satunya melalui pengerukan dan normalisasi Sungai Ciputat yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan setelah hasil susur sungai menemukan sejumlah penyebab utama terganggunya aliran air.
Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, mengatakan normalisasi sungai yang dipantau pada Senin (3/8) itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan susur Sungai Ciputat bersama Forum Peduli Sungai Ciputat yang dilaksanakan pada bulan lalu. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan berbagai persoalan yang menjadi pemicu banjir dan genangan di sejumlah titik.
"Setelah dimitigasi, ternyata ada beberapa titik yang aliran airnya tidak mengalir dengan baik hingga menyebabkan genangan. Hasilnya memang ditemukan sedimentasi di berbagai wilayah," kata Dini.
Ia menjelaskan, pengerukan dilakukan secara bertahap dan saat ini telah memasuki hari keempat. Pekerjaan diawali dari kawasan Inhutani di bagian hilir, kemudian berlanjut ke Pondok Hijau, wilayah Cipayung, dan selanjutnya akan diteruskan menuju Nerada hingga Pondok Cipayung Mas.
Menurut Dini, sedimentasi bukan satu-satunya penyebab banjir. Saat ikut menyusuri sungai, ia menemukan banyak sampah yang dibuang sembarangan ke aliran Sungai Ciputat sehingga mempercepat pendangkalan.
"Masalah sampah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pengendapan. Saya turun langsung ke sungai dan memang banyak sampah yang bercampur dengan endapan sehingga membuat sedimentasi semakin tinggi," ujarnya.
Selain itu, tim juga menemukan penyempitan badan sungai akibat tumbuhan liar dan ranting pohon berukuran besar yang menutup aliran air. Kondisi tersebut menyebabkan sampah mudah tersangkut dan memperparah penyumbatan.
"Bahkan di beberapa titik jarak antara dasar sungai dengan permukaan air sudah sangat dangkal karena sedimentasi," ungkapnya.
Untuk mendukung proses normalisasi, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar membantu pengangkutan sampah hasil pembersihan sungai.
Dini berharap pengerukan dan normalisasi sungai mampu mengurangi bahkan mengatasi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Nerada, Pondok Cipayung Mas, hingga RT 08/RW 01 kawasan Inhutani.
"Semoga setelah kali ini dibersihkan, persoalan genangan air bisa diminimalkan bahkan terselesaikan," harapnya.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Cipayung juga akan mengusulkan perbaikan turap di sepanjang Sungai Ciputat. Dari hasil pengecekan di lapangan, sejumlah turap mengalami kerusakan yang berpotensi memicu longsoran tebing dan kembali menyebabkan sedimentasi.
"Kami akan mengajukan perbaikan turap karena ada beberapa yang sudah rusak. Penanganan sungai ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar persoalan banjir tidak terus berulang," pungkasnya.
Nasional | 12 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 11 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu



