TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tiga Putri Terbaik Dipilih, PPWI Banten Siapkan Wakil untuk Bawa Nama Daerah ke Ajang Nasional

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 22 Juni 2026 | 19:17 WIB
Tiga putri terbaik hasil seleksi Putri Wisata Banten 2026 resmi mendapatkan penyematan mahkota dan selempang sebagai perwakilan Provinsi Banten. Foto : Ist
Tiga putri terbaik hasil seleksi Putri Wisata Banten 2026 resmi mendapatkan penyematan mahkota dan selempang sebagai perwakilan Provinsi Banten. Foto : Ist

PONDOK AREN - Tiga putri terbaik hasil seleksi Putri Wisata Banten 2026 resmi mendapatkan penyematan mahkota dan selempang sebagai perwakilan Provinsi Banten. Ketiganya akan membawa misi memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kearifan lokal Banten di ajang tingkat nasional.


Penyematan mahkota dan selempang PPWI Banten 2026 berlangsung di salah satu kafe kawasan Pondok Aren, Senin (22/6). Kegiatan tersebut menjadi rangkaian persiapan sebelum para perwakilan Banten mengikuti kompetisi Putri Wisata tingkat nasional pada Agustus mendatang.


Regional Director PPWI Banten, Thysie Ayu mengatakan, ajang tersebut bukan hanya sekadar kontes kecantikan, tetapi juga menjadi wadah untuk mencari sosok yang mampu membawa identitas daerah ke tingkat lebih luas.


“Ini adalah ajang beauty atau kontes kecantikan yang memilih putra dan putri. Saat ini kita sudah menemukan tiga putri terbaik untuk mewakili Banten,” ujar Ayu.


Ia menjelaskan, proses pemilihan dilakukan melalui tahapan audisi secara online dengan melihat sejumlah aspek, mulai dari potensi, kemampuan komunikasi, hingga kesiapan peserta dalam membawa nama Banten.


“Kita lihat siapa yang kira-kira potensial untuk membawa nama Banten dan ditandingkan kembali di ajang nasional. Mudah-mudahan ada rezekinya, perwakilan dari Banten bisa terpilih di tingkat nasional sampai lanjut ke ajang internasional,” katanya.


Ajang tingkat nasional rencananya berlangsung pada 23-25 Agustus mendatang. Para peserta akan menjalani masa karantina di Cirebon, sebelum mengikuti grand final yang digelar di Bandung.


Menurut Ayu, para peserta tidak hanya dinilai dari sisi penampilan, tetapi juga karakter dan wawasan. Beberapa aspek yang menjadi penilaian di antaranya beauty, brand behavior, attitude, penampilan, hingga kemampuan membawa diri.


“Selain looks, ada attitude, grooming atau seperti cara berpakaian, dan prestasi yang dimiliki. Nanti saat karantina juga ada kategori unjuk bakat,” jelasnya.


Ayu menuturkan, para perwakilan daerah memiliki tugas untuk mengenalkan potensi wilayah masing-masing. Karena itu, tiga wakil Banten telah mulai mempersiapkan pemahaman mengenai budaya dan wisata lokal.


“Kita ingin membawa nama daerah. Seperti sekarang, mereka menggunakan batik dari UMKM Banten dan Tangerang Selatan. Ada nuansa Baduy, ada juga motif bunga anggrek yang menjadi khas Tangsel,” ungkapnya.


Selain memperkenalkan wisata, lanjut Ayu, ajang tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM lokal serta pelestarian budaya daerah.


“Kita melestarikan wisata, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus mendukung pengusaha UMKM karena produk yang digunakan juga berasal dari produksi rumahan,” tuturnya.


Ia berharap salah satu dari perwakilan Banten mampu meraih prestasi terbaik di tingkat nasional. Terlebih, Banten sebelumnya pernah mencatat prestasi melalui ajang serupa.


“Targetnya menang. Seperti yang kita lihat perwakilan Banten di Putri Indonesia sebelumnya bisa menjadi juara. Insya Allah dari tiga ini ada yang terbaik dan bisa membawa nama Banten ke nasional,” harapnya.


Sementara itu, salah satu perwakilan kategori dewasa, Indonesia Puteri Reza Fauzi atau yang akrab disapa Naysya mengaku telah melakukan berbagai persiapan menghadapi kompetisi tersebut.


Mahasiswi S2 Universitas Indonesia itu mengatakan, persiapannya meliputi latihan catwalk, public speaking, hingga mempelajari budaya dan wisata Banten.


“Ada persiapan yang sudah saya lakukan dari jauh-jauh hari, di antaranya latihan catwalk, public speaking, dan mulai fitting baju,” katanya.


Naysya juga mulai mengeksplorasi berbagai destinasi wisata serta budaya khas Banten untuk memperkuat materi saat sesi wawancara maupun presentasi.


“Yang paling menarik bagi saya adalah batik Banten. Saya melihat banyak sekali motif batik yang beragam dan indah. Itu menjadi salah satu hal yang ingin saya kenalkan,” ujarnya.


Perwakilan lainnya, Anindya Putri Untari atau Tari mengaku antusias mendapat kesempatan menjadi bagian dari Putri Wisata Banten.


Perempuan yang telah tinggal di Banten selama 13 tahun itu menyebut masih banyak potensi daerah yang perlu dikenalkan.


“Banten sangat strategis karena dekat dengan Jakarta, tapi terkadang masih banyak yang belum melihat potensi wisatanya. Padahal wisata alam, wisata buatan, dan sejarahnya sangat banyak,” kata Tari.


Ia juga tertarik mengangkat keberagaman budaya Banten, mulai dari budaya Sunda, Betawi, hingga Cina Benteng yang menjadi bagian dari kekayaan daerah.


Sementara untuk kategori remaja, perwakilan Puteri Wisata Remaja Banten 2026 diwakili Hana Gavrila Ratna Arisandi yang masih berusia 16 tahun dan duduk di kelas 2 SMA Kesatuan Bogor.


Ketiga perwakilan tersebut diharapkan mampu menjadi wajah baru promosi wisata Banten sekaligus membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit