TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tangsel Matangkan Event Car Free Night

Ikuti Jejak DKI Jakarta

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:45 WIB
CAR FREE NIGHT. Potret Kadis Pariwisata Tangsel, Mohamad Ervin Ardani saat mengikuti car free day di BSD.
CAR FREE NIGHT. Potret Kadis Pariwisata Tangsel, Mohamad Ervin Ardani saat mengikuti car free day di BSD.

SERPONG-Sukses menggelar Car Free Day (CFD) di BSD dan Bintaro, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berniat melangsungkan Car Free Night (CFN). Hari Bebas Kendaraan di malam hari itu dimaksudkan untuk destinasi wisata sekaligus ruang publik baru bagi masyarakat.

 

 Kepala Dinas Pariwisata Tangsel, Mohamad Ervin Ardani mengatakan, rencana menghadirkan Car Free Night merupakan arahan Wali Kota Tangsel untuk menghidupkan aktivitas masyarakat pada malam hari melalui ruang publik yang lebih atraktif.

 

 "Pak Wali juga meminta ada Car Free Night. Nanti kami akan coba bahas dulu konsepnya seperti apa," ujar Ervin, Selasa (4/8).

 

 Menurutnya, konsep pelaksanaan Car Free Night masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kajian akan difokuskan pada penentuan lokasi yang dinilai layak, tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.

 

 Selain menyiapkan Car Free Night, Pemkot Tangsel juga berencana memperluas pelaksanaan Car Free Day ke tujuh kecamatan. Saat ini, inventarisasi ruas jalan masih dilakukan sebelum program tersebut direalisasikan.

 

 "Kami memang merencanakan keliling di tujuh kecamatan nantinya. Tetapi kami harus menginventarisasi jalan-jalan mana yang memungkinkan dan membahasnya bersama dinas terkait," katanya.

 

 Ervin menilai, CFD kini telah berkembang menjadi ruang publik yang tidak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga. Berbagai aktivitas seperti wisata kuliner, hiburan, pelayanan publik hingga pemberdayaan UMKM juga menjadi daya tarik bagi masyarakat.

 

 "Ini memang salah satu daya tarik wisata. Masyarakat bisa olahraga, jajan, sekaligus mendapatkan berbagai pelayanan," ucapnya.

 

 Ke depan, berbagai layanan publik seperti keimigrasian, pelayanan kepolisian hingga pelayanan perizinan juga direncanakan hadir dalam pelaksanaan CFD. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga sekaligus mengurus kebutuhan administrasi.

 

 Saat ini, pelaksanaan CFD di BSD atau di Bintaro mampu menarik belasan ribu pengunjung. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Tangsel untuk mengembangkan konsep serupa melalui Car Free Night seperti yang telah dilakukan DKI Jakarta.

 

 Di sisi lain, CFD juga menjadi ruang penggerak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekitar 250 pelaku UMKM rutin berjualan dalam setiap penyelenggaraan. Pemkot bahkan memberikan Golden Ticket kepada pedagang yang menerapkan perilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah, menggunakan tumbler, maupun menghadirkan produk yang inovatif.

 

 Melalui rencana Car Free Night dan perluasan CFD ke tujuh kecamatan, Pemkot Tangsel berharap ruang publik di berbagai wilayah semakin hidup, sekaligus mampu mendorong sektor pariwisata, pelayanan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit