TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Di Hadapan Ribuan Akademisi, Prabowo: Empat Kali Kalah Pilpres, Saya Tetap Hormati Mandat Rakyat

Reporter & Editor : AY
Minggu, 28 Juni 2026 | 07:46 WIB
Presiden Prabowo. Foto : Ist
Presiden Prabowo. Foto : Ist

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya persatuan nasional dan kerja sama antarelite sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka Sarasehan Kebangsaan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC Senayan, Jakarta.


Di hadapan sekitar 2.600 akademisi yang terdiri dari rektor, dekan, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Prabowo mengungkap pengalaman politiknya yang beberapa kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden. Meski demikian, ia menegaskan tetap menghormati pemerintahan yang memperoleh mandat rakyat.


“Saya sudah beberapa kali meminta mandat kepada rakyat. Empat kali saya belum dipercaya, tetapi saya tidak pernah mengganggu pemimpin yang dipilih secara sah,” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan peserta.


Dalam forum bertema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada kalangan akademisi. Menurutnya, kampus dan para ilmuwan memiliki peran penting dalam menentukan arah kemajuan bangsa.


Ia menyebut sejak awal masa pemerintahannya telah berupaya melibatkan banyak akademisi dan guru besar dalam proses pengambilan kebijakan di berbagai sektor strategis.


Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan meskipun masyarakat memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Menurutnya, sejarah menunjukkan negara yang para elitnya mampu bekerja sama akan lebih mudah berkembang dibanding negara yang terus terjebak konflik internal.


Sebagai contoh, ia menyinggung sejumlah kawasan dunia yang mengalami ketidakstabilan berkepanjangan karena lemahnya konsolidasi di tingkat elite.


Dalam konteks demokrasi, Prabowo mengingatkan bahwa perbedaan pendapat dan rasa tidak puas adalah hal yang wajar. Namun, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan menciptakan kegaduhan yang menghambat pembangunan.


Selain itu, Prabowo juga meminta dukungan serta gagasan inovatif dari dunia pendidikan untuk memperkuat kemandirian nasional. Ia mencontohkan kebutuhan pengembangan benih gandum yang sesuai dengan kondisi Indonesia, peningkatan produktivitas kelapa sawit, hingga penguatan industri otomotif nasional.


Ia mengaku optimistis Indonesia mulai menunjukkan arah menuju kemandirian industri, termasuk melalui pengembangan kendaraan nasional produksi dalam negeri.


Meskipun masih terdapat sejumlah tantangan teknis, Prabowo menilai langkah memulai jauh lebih penting daripada terus menunggu kondisi sempurna.


“Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai. Indonesia memiliki potensi besar dan sumber daya yang luar biasa,” tutupnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit