TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kesal dengan Keputusan Wasit, Semenyo Minta Ghana Lebih Vokal

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 29 Juni 2026 | 06:36 WIB
Bomber Timnas Ghana Semenyo. Foto : Ist
Bomber Timnas Ghana Semenyo. Foto : Ist

AS - Lolosnya Timnas Ghana ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 tak lepas dari kontroversi yang memicu ketidakpuasan di kubu Black Stars. Meski berhasil melanjutkan perjalanan di turnamen lewat jalur peringkat ketiga terbaik, Ghana merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit selama fase grup.


Sorotan utama datang dari penyerang Antoine Semenyo. Ia meminta rekan-rekannya tampil lebih tegas dan vokal saat menghadapi keputusan kontroversial di laga-laga penting berikutnya.


Kekecewaan itu berakar dari pertandingan melawan Inggris yang berakhir imbang tanpa gol. Pada laga tersebut, kubu Ghana menilai wasit Said Martinez bersama tim Video Assistant Referee (VAR) mengabaikan pelanggaran yang semestinya berbuah penalti.


Menurut Semenyo, pemain tidak boleh terlalu pasif ketika merasa dirugikan.
“Sebagai pemain, kita harus berkumpul di sekitar wasit dan menyampaikan protes,” ujar Semenyo seperti dikutip FIFA.


Ia menilai respons terhadap keputusan kontroversial harus dilakukan secara kolektif. Pemain yang dilanggar perlu menunjukkan reaksi yang jelas, sementara staf pelatih di pinggir lapangan juga harus aktif menyampaikan keberatan kepada ofisial pertandingan.


Insiden yang dipersoalkan terjadi saat striker Ghana, Prince Kwabena, dijatuhkan ketika berhadapan langsung dengan kiper Inggris, Jordan Pickford. Meski tayangan ulang menunjukkan tidak terjadi offside, VAR tetap tidak merekomendasikan penalti untuk Ghana.


Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, turut menyuarakan kritik terhadap penggunaan VAR. Menurutnya, teknologi tersebut seharusnya mampu meminimalkan kesalahan krusial, terutama dalam momen-momen penting di kotak penalti.


Terlepas dari polemik tersebut, Ghana tetap mengamankan tiket ke babak 32 besar. Pada laga terakhir Grup L, mereka memang kalah tipis 1-2 dari Kroasia di Stadion Philadelphia.


Ghana sempat bangkit setelah tertinggal lewat gol Petar Sucic. Gol penyama kedudukan Derrick Luckassen yang semula dianulir akhirnya disahkan setelah peninjauan VAR. Namun, Kroasia memastikan kemenangan melalui sundulan Nikola Vlasic pada menit ke-83.


Meski menutup fase grup dengan kekalahan, Ghana tetap lolos berkat koleksi empat poin dari dua laga sebelumnya, termasuk kemenangan dramatis 1-0 atas Panama melalui gol Caleb Yirenkyi di menit akhir.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit