TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jalan Penghubung Dua Kecamatan Di Lebak Tergerus Longsor

Akses Warga Tiga Desa Terganggu

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 01 Juli 2026 | 10:05 WIB
TIDAK BISA DILALUI. Kondisi jalan poros desa yang menghubungkan Kecamatan Cimarga dan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, tergerus longsor pada Senin (29/6) malam. Kini akses tersebut tidak bisa dilalui, karena sangat
TIDAK BISA DILALUI. Kondisi jalan poros desa yang menghubungkan Kecamatan Cimarga dan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, tergerus longsor pada Senin (29/6) malam. Kini akses tersebut tidak bisa dilalui, karena sangat

LEBAK - Jalan poros desa yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Cimarga dan Cikulur, Kabupaten Lebak, tergerus longsor, Senin (29/6), sekitar pukul 18.00 WIB.

 

Akibat tergerus longsor tersebut, tengah berdampak terhadap aktivitas warga di tiga desa, yakni Desa Intenjaya dan Desa Gunung Anten di Kecamatan Cimarga, serta Desa Cikulur di Kecamatan Cikulur.

 

Kepala Desa (Kades) Intenjaya, Mohamad Syahril Romdhon, mengatakan, jalan yang longsor merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakatnya.

 

“Iya, kejadian longsornya malam. Itu jalan poros desa yang menghubungkan tiga desa dari dua kecamatan,” ungkap Kades Syahril saat dihubungi via panggilan WhatsApp (WA), Selasa (30/6).

 

Menurutnya, jalan tersebut menjadi jalur utama warga untuk berbagai keperluan, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian, hingga kegiatan perekonomian.

 

“Iya, ini akses vital, baik untuk pendidikan, kesehatan, pertanian, maupun perekonomian warga,” katanya.

 

Saat ini, jalan yang longsor belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena dikhawatirkan longsor akan semakin meluas.

 

Supaya dapat dilalui, warga setempat pun bergotong royong melakukan penanganan sementara dengan merapikan material longsoran serta memasang tanda peringatan bagi pengendara yang melintas.

 

“Belum bisa dilalui. Kami khawatir longsornya melebar, ditambah kondisi badan jalan di tengah sudah berlubang. Sekarang masyarakat sedang merapikan dan memasang peringatan seadanya,” jelasnya.

 

Syahril menduga longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil serta tidak adanya konstruksi penahan tanah berupa bronjong di lokasi tersebut. “Faktor tanahnya memang sudah labil karena tidak ada bronjong,” ujarnya.

 

Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar akses masyarakat dapat kembali normal. Sebab tegasnya, kalau menggunakan akses yang lain, jaraknya sangat jauh.

 

“Kalau tidak segera diperbaiki, warga harus memutar dengan jarak yang bisa sampai lima kali lebih jauh dari biasanya,” tandasnya.(pal)

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit