TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Belgia Tantang Senegal di 32 Besar, Adu Kekuatan Dua Tim yang Sedang Menanjak

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 01 Juli 2026 | 06:29 WIB
Laga Belgia kontra Senegal akan tersaji Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB. Foto : Ist
Laga Belgia kontra Senegal akan tersaji Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB. Foto : Ist

AS – Belgia dan Senegal siap bentrok pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat, Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB. Pertemuan perdana kedua negara di level senior ini diprediksi berlangsung sengit karena sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan.


Belgia melangkah ke fase gugur sebagai juara Grup G. Tim asuhan Rudi Garcia bangkit setelah sempat ditahan Mesir dan Iran, lalu menunjukkan ketajamannya dengan menghajar Selandia Baru 5-1 pada laga terakhir grup.


Sementara itu, Senegal lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dari Grup I. Setelah menelan kekalahan dari Prancis dan Norwegia, Singa Teranga bangkit dengan kemenangan telak 5-0 atas Irak yang memastikan tiket ke babak gugur.


Bek Belgia, Zeno Debast, menilai Senegal bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, wakil Afrika tersebut memiliki kekuatan fisik, organisasi permainan, serta disiplin taktik yang mampu menyulitkan siapa pun.


"Kalau kami bisa mempertahankan performa seperti pertandingan terakhir, kami punya peluang besar. Namun Senegal adalah tim yang sangat berbahaya," ujarnya.


Dari kubu Senegal, legenda mereka, El Hadji Diouf, optimistis timnya mampu memberi kejutan. Ia menegaskan kualitas para pemain Senegal tidak kalah dari Belgia meski lawannya dihuni banyak bintang yang bermain di kompetisi elite Eropa.


Secara statistik, Belgia tampil sangat agresif sepanjang turnamen dengan rata-rata lebih dari 24 tembakan setiap pertandingan. Kreativitas Kevin De Bruyne menjadi motor serangan yang kerap membuka ruang bagi Jeremy Doku, Leandro Trossard, hingga Romelu Lukaku.


Di sisi lain, Senegal mengandalkan permainan kolektif dengan penguasaan bola yang solid. Menariknya, sebagian besar gol mereka tercipta setelah turun minum, menunjukkan kemampuan tim asuhan Pape Thiaw menjaga intensitas hingga akhir pertandingan.


Lini depan Senegal akan kembali bertumpu pada Sadio Mane dan Ismaila Sarr yang sama-sama tampil tajam selama turnamen. Namun mereka harus kehilangan kiper utama Edouard Mendy yang masih dibekap cedera lutut, sehingga posisi penjaga gawang diperkirakan kembali diisi Mory Diaw.


Belgia sendiri berharap pengalaman Romelu Lukaku menjadi pembeda. Penyerang andalan The Red Devils itu diyakini bakal menjadi ancaman serius bagi barisan pertahanan yang dikawal Kalidou Koulibaly.


Laga di Seattle juga menghadirkan catatan menarik karena menjadi pertemuan pertama Belgia dan Senegal di pentas sepak bola internasional. Meski Belgia lebih diunggulkan, Senegal memiliki modal semangat dan motivasi besar untuk menciptakan sejarah.


The Red Devils datang dengan rekor impresif, belum terkalahkan dalam 16 pertandingan terakhir di semua ajang.

Sebaliknya, Senegal membawa kepercayaan diri setelah menunjukkan ketajaman luar biasa saat membantai Irak pada laga penentu fase grup.


Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, duel Belgia kontra Senegal diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak 32 besar. Tim yang mampu tampil lebih efektif dan minim kesalahan berpeluang mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit