Jejak Gemilang 4 Pelatih Semifinalis Piala Dunia 2026, Siapa Paling Berprestasi?
AS - Empat negara memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Spanyol, Prancis, Inggris, dan Argentina tak hanya mengandalkan kualitas para pemain, tetapi juga kepiawaian pelatih yang berdiri di sisi lapangan.
Semifinal akan menyajikan duel sengit antara Prancis kontra Spanyol serta Inggris menghadapi Argentina. Selain menjadi panggung para bintang, dua laga tersebut juga menghadirkan pertarungan strategi empat pelatih papan atas dunia: Didier Deschamps, Luis de la Fuente, Thomas Tuchel, dan Lionel Scaloni.
Masing-masing pelatih memiliki perjalanan karier yang berbeda. Ada yang lebih dulu membangun nama bersama klub-klub elite Eropa, sementara lainnya justru bersinar ketika dipercaya menangani tim nasional. Namun, satu kesamaan mereka adalah kemampuan membawa tim meraih gelar bergengsi.
Thomas Tuchel menjalani debut sebagai pelatih tim nasional bersama Inggris pada Piala Dunia 2026. Sebelum itu, pelatih asal Jerman tersebut sukses bersama sejumlah klub besar. Ia mengantar Borussia Dortmund menjuarai DFB-Pokal 2016/2017, kemudian mempersembahkan dua gelar Ligue 1, Coupe de France, Coupe de la Ligue, dan Trophée des Champions saat membesut Paris Saint-Germain.
Kesuksesan Tuchel berlanjut bersama Chelsea dengan raihan trofi Liga Champions 2020/2021, Piala Super Eropa 2021, serta Piala Dunia Antarklub FIFA 2021. Bersama Bayern Munchen, ia juga menambah koleksi gelarnya lewat Bundesliga 2022/2023. Kini, Tuchel berpeluang mengakhiri penantian panjang Inggris untuk menjadi juara dunia sejak 1966.
Sementara itu, Lionel Scaloni menjelma sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Argentina. Meski kariernya sebagai pemain bersama Tim Tango tidak terlalu menonjol, kiprahnya di kursi pelatih justru luar biasa.
Di bawah komandonya, Argentina mengakhiri puasa gelar internasional dengan menjuarai Copa America 2021, lalu merebut trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Scaloni juga membawa La Albiceleste menjuarai Finalissima 2022 dan mempertahankan supremasi di Amerika Selatan lewat gelar Copa America 2024.

Pelatih Prancis Didier Deschamps. Foto : Ist
Berbeda dengan Scaloni, Luis de la Fuente meniti karier kepelatihan dari kelompok usia Spanyol. Ia menangani tim U-19, U-21, hingga U-23 sebelum dipercaya memimpin tim senior pada 2022.
Pengalamannya membina pemain muda membuat De la Fuente sangat memahami karakter skuad La Roja. Hasilnya pun langsung terlihat dengan keberhasilan membawa Spanyol menjuarai UEFA Nations League 2022/2023 dan Euro 2024, setelah sebelumnya sukses mempersembahkan gelar Euro U-19 2015 serta Euro U-21 2019.
Sementara itu, Didier Deschamps merupakan figur yang telah menorehkan sejarah sebagai pemain maupun pelatih. Saat masih aktif bermain, ia menjadi kapten Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
Karier kepelatihannya juga tak kalah cemerlang. Di level klub, Deschamps meraih sejumlah gelar bersama AS Monaco, Juventus, dan Marseille. Bersama tim nasional Prancis, ia mengantar Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 serta UEFA Nations League 2020/2021.
Dengan deretan prestasi tersebut, persaingan di semifinal Piala Dunia 2026 bukan hanya soal adu kualitas pemain di lapangan, tetapi juga pembuktian empat pelatih elite yang telah mengukir sejarah di dunia sepak bola. Salah satu dari mereka kini tinggal dua langkah lagi untuk menambah koleksi trofi paling bergengsi di level internasional.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




