TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jorge Lorenzo: Marc Marquez Kini Jadi Pembalap Paling Matang dan Paling Cerdas di MotoGP

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 19 Juli 2026 | 14:43 WIB
Pembalap Tim Ducati Marc Marquez. Foto : Ist
Pembalap Tim Ducati Marc Marquez. Foto : Ist

SPANYOL – Legenda MotoGP Jorge Lorenzo menilai Marc Marquez telah berevolusi menjadi pembalap paling cerdas dan komplet di lintasan saat ini. Menurutnya, kematangan dalam mengambil keputusan menjadi kunci kebangkitan Marquez dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.


Pembalap Ducati berusia 33 tahun itu sempat mengalami awal musim yang sulit setelah masih menjalani pemulihan cedera patah bahu yang dialaminya pada MotoGP Indonesia, Oktober tahun lalu. Kondisi tersebut membuat performanya belum konsisten sehingga tertinggal cukup jauh dari duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, di klasemen sementara.


Titik balik terjadi setelah Marquez menjalani operasi lanjutan pada pertengahan musim. Sejak kembali membalap, performanya terus meningkat hingga kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara.


Dikutip dari Motorsport, Lorenzo menyebut kebangkitan Marquez sebagai sesuatu yang luar biasa. Meski tak lagi tampil seagresif saat masih mendominasi bersama Honda, pengalaman dan kecerdasannya kini menjadi senjata utama.


"Kebangkitan Marc benar-benar luar biasa. Dari sempat tertinggal lebih dari 100 poin, kini selisihnya tinggal 18 poin. Kejuaraan ini bukan hanya soal melaju secepat mungkin, tetapi juga soal mampu bertahan," kata Lorenzo kepada DAZN.


Lorenzo menilai perubahan terbesar Marquez terlihat dari kemampuannya mengelola risiko. Pembalap asal Spanyol itu kini jauh lebih tenang, lebih konsisten, dan tidak lagi memaksakan diri dalam setiap situasi.


Menurut Lorenzo, Marquez juga semakin jarang melakukan kesalahan. Bahkan di Sirkuit Assen, yang dianggap bukan trek ideal baginya karena karakter lintasan dan kondisi fisiknya, ia tetap mampu tampil kompetitif.


"Yang paling membuat saya terkesan adalah kecerdasan dan kedewasaannya. Dia kini jauh lebih jarang terjatuh. Di Assen dia bertahan seperti seekor singa, bahkan sempat memberi tekanan kepada Bezzecchi hingga melakukan kesalahan," ujarnya.
Lorenzo pun menyebut Marquez sebagai pembalap paling komplet di MotoGP saat ini.


"Dia memang tidak lagi sedominan 10 atau 12 tahun lalu, tetapi sekarang dia adalah pembalap paling komplet dan paling cerdas di grid," puji juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.


Bangkit Meski Belum Pulih 100 Persen
Cedera bahu yang dialami Marquez masih memengaruhi performanya, terutama saat melibas tikungan kiri yang selama ini menjadi salah satu kekuatannya. Karena tak kunjung membaik hingga MotoGP Jerez, ia memutuskan menjalani operasi setelah balapan di Le Mans.


Keputusan itu terbukti tepat. Sejak kembali berlaga di Mugello, Marquez langsung menunjukkan performa impresif dengan meraih tiga kemenangan dalam empat seri terakhir.
Meski demikian, Lorenzo menilai proses pemulihan fisik Marquez belum sepenuhnya selesai. Jeda musim panas diyakini akan membantu mengembalikan kondisi terbaiknya.


Ia juga menjelaskan bahwa karakter sirkuit sangat memengaruhi performa Marquez. Di trek yang didominasi tikungan kanan, keterbatasan fisiknya masih cukup terasa sehingga para rival mampu mengimbanginya.


Sebaliknya, di lintasan yang memiliki banyak tikungan kiri seperti Sachsenring, Phillip Island, dan Aragon, Marquez tetap mampu menunjukkan kualitas terbaiknya.


"Di sirkuit dengan banyak tikungan kiri, Marc bisa mempertahankan kecepatannya lebih lama tanpa harus menghemat tenaga. Di situlah keunggulan terbesarnya muncul, yakni kemampuan luar biasa saat memasuki tikungan kiri," tutup Lorenzo.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit