Arini Cahya Putri, Calon Siswa Sekolah Rakyat Terharu Dikunjungi Bupati Pandeglang
PANDEGLANG - Tangis haru pecah saat Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengunjungi rumah Arini Cahya Putri, salah satu calon siswa Sekolah Rakyat (SR), di Kampung Kadusireum, Desa Kadulimus, Kecamatan Banjar, Selasa (21/7/2026).
Arini merupakan calon siswa SR yang sebelumnya bersekolah di SDN Bandung 1. Ia merupakan anak dari pasangan Uniah dan almarhum Ardi. Berdasarkan hasil verifikasi, Arini dinyatakan layak untuk mendapatkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Kedatangan Bupati Dewi Setiani ke rumahnya sontak membuat Arini merasa terharu dan bahagia. Arini mengaku, tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Bupati Pandeglang sekaligus mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Ini terasa seperti mimpi bisa bertemu Ibu Bupati Pandeglang dan bisa masuk ke Sekolah Rakyat. Terima kasih Ibu Bupati dan Bapak Presiden yang sudah membuat program Sekolah Rakyat,” ungkap Arini dengan penuh haru, melalui siaran pers yang diterima tangselpos.id.
Arini juga mengaku, sangat senang karena mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Sekolah Rakyat. Ia berharap dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan meraih cita-cita di masa depan.
Hal serupa disampaikan Uniah, ibu kandung Arini. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang selama ini berjuang seorang diri membiayai kebutuhan keluarga, dirinya merasa bersyukur karena sang anak mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik. “Alhamdulillah, Arini bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Semoga nanti Arini bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik untuk masa depannya,” tutur Uniah.
Selain mengunjungi Arini, Bupati Pandeglang juga mendatangi tiga calon siswa Sekolah Rakyat lainnya, yakni Fatir Al Qusairy, Bani Ramadhani, dan Muhammad Rafly, yang tinggal di Kampung Ciduruk RT 11 RW 05, Desa Gunung Putri, Kecamatan Banjar.
Menurut Bupati Dewi Setiani, keempat calon siswa tersebut dinilai sangat layak untuk mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Selain berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang membutuhkan perhatian, mereka juga merupakan anak-anak yang telah kehilangan orang tua.
“Program Sekolah Rakyat ini dibuat oleh Bapak Presiden untuk masyarakat yang masuk dalam desil 1 dan 2. Keempat siswa ini juga sudah tidak memiliki orang tua, sehingga mereka sangat layak untuk mendapatkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat,” ungkap Bupati.
Bupati Dewi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial yang telah menggulirkan program Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
“Sekolah Rakyat ini sangat membantu masyarakat yang kondisi ekonominya berada di kalangan bawah, sehingga anak-anak mereka tetap bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati Dewi berpesan kepada para calon siswa Sekolah Rakyat agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para siswa untuk belajar dengan tekun, disiplin, serta tetap menjaga ibadah dan akhlak.
“Harus semangat belajar, rajin, jangan lupa beribadah, dan jadilah anak yang saleh dan salehah. Adik-adik semua adalah calon pemimpin masa depan. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita,” pungkasnya.(*)
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu



