Media Argentina Soroti Keputusan Scaloni Cadangkan Lautaro di Final Piala Dunia 2026
ARGENTINA - Kekalahan Argentina dari Spanyol pada Final Piala Dunia 2026 masih menyisakan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Negeri Tango. Salah satu keputusan pelatih Lionel Scaloni yang paling disorot adalah tidak memberikan kesempatan bermain kepada Lautaro Martinez sepanjang pertandingan.
Media Argentina, Racing de Alma, menyebut keputusan membiarkan Lautaro hanya duduk di bangku cadangan sebagai salah satu langkah paling kontroversial Scaloni selama menangani Tim Tango.
"Mengapa Scaloni tidak memainkan Lautaro?" tulis media tersebut, mempertanyakan keputusan sang pelatih di laga paling penting.
Sejak membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, Lautaro menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di era kepelatihan Scaloni. Kapten Inter Milan itu tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kedua Argentina setelah Lionel Messi dan berulang kali tampil sebagai penentu kemenangan dalam laga-laga besar.
Striker berusia 29 tahun tersebut mencetak gol pada Finalissima 2022 melawan Italia, membobol gawang Kolombia di final Copa America, serta menjadi pahlawan kemenangan Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Bahkan, secara produktivitas gol di era Scaloni, kontribusi Lautaro dinilai lebih menonjol dibandingkan Julian Alvarez.
Meski demikian, Scaloni tetap mempercayakan posisi penyerang utama kepada Julian Alvarez pada partai final. Keputusan itu memicu kritik karena performa striker Atletico Madrid tersebut sepanjang Piala Dunia 2026 dinilai belum menunjukkan ketajaman terbaiknya.
Usai kekalahan dari Spanyol, Lautaro menyampaikan pesan menyentuh melalui media sosial. Ia mengaku kecewa gagal membantu tim mempertahankan gelar juara dunia, namun tetap bangga mengenakan seragam Argentina.
"Kami telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencoba menjadi juara dunia dua kali berturut-turut, tetapi kali ini bukan takdir kami. Saya bangga menjadi orang Argentina," tulis Lautaro.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para suporter yang terus memberikan dukungan, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang mendoakan dari Argentina.
"Saya ingin membantu tim di lapangan, tetapi itu tidak terjadi. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung kami sepanjang turnamen, menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk bersama kami, maupun yang selalu memberikan dukungan dari rumah," tutupnya.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



