TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

PKBM Tangsel Didorong Susun Kurikulum yang Relevan dengan Dunia Kerja dan Era Digital

Reporter & Editor : Irma Permata Sari
Rabu, 29 Juli 2026 | 17:46 WIB
Bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti para Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tangsel di Aula Gedung 3A Balai Kota Tangsel, Rabu (29/7). (Ist)
Bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti para Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tangsel di Aula Gedung 3A Balai Kota Tangsel, Rabu (29/7). (Ist)

CIPUTAT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan mendorong penguatan kualitas pendidikan nonformal melalui penyusunan kurikulum muatan lokal yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah tersebut diwujudkan lewat bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti para Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tangsel di Aula Gedung 3A Balai Kota Tangsel, Rabu (29/7).

 

Bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya menyusun kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan hidup, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.

 

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dikbud Tangsel, Rizkia Fitria, mengatakan pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam membuka akses belajar bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, kurikulum yang diterapkan di PKBM harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

 

"Pendidikan nonformal, khususnya di PKBM, memiliki peran yang sangat krusial dalam merangkul warga belajar dengan latar belakang yang beragam. Melalui kurikulum muatan lokal yang adaptif dan inovatif ini, kita ingin memastikan pembelajaran berpusat pada peserta didik, berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, serta mampu mendorong kemandirian ekonomi," ujar Rizkia.

 

Menurutnya, pembelajaran di PKBM perlu diarahkan agar peserta didik tidak hanya memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga memiliki bekal untuk mandiri dan mampu menciptakan peluang ekonomi.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni Gatot Hendra Prakoso dan Nungki Sri Handayani. Keduanya memaparkan konsep pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan pendekatan kewirausahaan.

 

Nungki menjelaskan, kurikulum dirancang agar proses belajar lebih aplikatif melalui pendekatan Design Thinking yang disederhanakan ke dalam delapan tahapan BERTUNAS, mulai dari mengenali persoalan di lingkungan sekitar hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.

 

"Tutor di PKBM diandalkan sebagai fasilitator dan pendamping proses belajar. Kami mengenalkan pendekatan Design Thinking yang disederhanakan melalui 8 Langkah BERTUNAS: Buka Mata, Eksplorasi, Rumuskan, Temukan Ide, Uji Gagasan, Nalar Bisnis, Aksi Jual, dan Sebar. Peserta didik diajak mengalami langsung dari empati lingkungan hingga mampu menghasilkan produk dan penjualan pertama," paparnya.

 

Sementara itu, Gatot menilai pola pikir kewirausahaan juga perlu dibangun sejak awal proses pembelajaran. Menurutnya, sebuah usaha yang berkelanjutan harus diawali dengan memahami kebutuhan pasar, bukan sekadar menghitung keuntungan.

 

"Melalui kerangka LMU, peserta diajak menguji coba gagasan dan purwarupa terlebih dahulu ke calon pengguna sebelum menghitung HPP dan harga jual. Ketika produknya sudah terbukti disukai dan dibutuhkan pasar, barulah perhitungan bisnisnya menjadi konkrit dan berisiko rendah," ungkap Gatot.

 

Melalui bimtek ini, Dikbud Tangsel berharap setiap PKBM mampu menyusun dan menerapkan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan kesetaraan di Kota Tangsel diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja maupun era digital.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit