Pilar Bersama Jurnalis se-Tangerang Raya Panjatkan Doa untuk Keselamatan 5 Pewarta yang Hilang
SERPONG - Doa dan harapan untuk keselamatan lima jurnalis yang masih dalam pencarian terus mengalir. Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), insan pers se-Tangerang Raya bersama Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menggelar doa bersama untuk mendoakan agar para pewarta tersebut segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga.
Doa bersama digelar usai salat Jumat berjamaah di Masjid Islamic Center, Serpong, Jumat (11/9). Kegiatan tersebut juga dihadiri istri dan ibu mertua Donal Husni, salah satu dari lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian.
Donal merupakan jurnalis lepas yang berdomisili di Serpong, Tangsel. Ia bersama empat jurnalis lainnya berada di kapal Arupadhatu 1 saat menjalankan tugas jurnalistik meliput perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kelima pewarta tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Donal Husni sebagai jurnalis lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.
Mereka bersama tiga awak kapal, yakni Warta selaku kapten, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu, dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Hingga Jumat (11/9), pencarian masih dilakukan tim SAR gabungan dengan memperluas penyisiran di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.
Pilar mengatakan, Pemkot Tangsel turut prihatin atas musibah yang dialami para jurnalis dan awak kapal tersebut. Menurutnya, doa bersama menjadi bentuk dukungan dan ikhtiar yang dapat dilakukan bersama sembari menunggu perkembangan operasi pencarian.
"Baik tentu pertama tama kami atas nama pemerintah kota Tangerang Selatan mengucapkan turut prihatin atas musibah yang dialami kawan kawan jurnalis dan awak kapal yang saat ini dalam kondisi pencarian," ujar Pilar.

Ia menyebut kegiatan tersebut diikuti sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi pers, di antaranya Pewarta Foto Indonesia (PFI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
Pilar berharap doa yang dipanjatkan pada Jumat penuh berkah tersebut dapat mengetuk pintu langit dan membawa kabar baik bagi seluruh keluarga yang tengah menanti.
"Intinya adalah bagaimana masyarakat Indonesia sama-sama mendoakan para jurnalis dan awak kapal sedang dalam kondisi pencarian, mudah-mudahan segera ditemukan dalam kondisi selamat, sehat walafiat, tidak ada kekurangan satu apapun karena keluarganya menunggu menanti," ungkapnya.
Pemkot Tangsel, lanjut Pilar, juga siap memberikan bantuan apabila dibutuhkan. Namun, untuk keterlibatan dalam operasi pencarian, pihaknya masih menunggu arahan Basarnas selaku pemimpin tim pencarian.
"Memantau terus informasi apa yang bisa kami bantu, InsyaAllah kami bantu, tetapi kami menunggu arahan dari Basarnas sebagai tim lidernya dalam pencarian," jelas Pilar.
Tak hanya dalam proses pencarian, Pemkot Tangsel juga membuka ruang dukungan bagi keluarga Donal yang berada di wilayahnya. Pilar menyebut pemerintah daerah siap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan keluarga.
"InsyaAllah 24 jam kita siap bantu, apabila istri Pak Donal kita juga siap apabila membutuhkan apapun apakah bentuknya konseling, apapun lah yang dibutuhkan kami siap bantu, tadi kami sudah sampaikan ke istrinya," tuturnya.
Pilar menambahkan, pemerintah ingin memberikan ruang bagi keluarga agar dapat tetap tenang sembari mengikuti perkembangan pencarian dan memanjatkan doa.
"Kami memberikan ruang kepada keluarga supaya bisa menenangkan diri, bisa terus berdoa, kami standby," pungkasnya.
PFI Dampingi Keluarga
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo mengatakan, dukungan dari sesama insan pers, pemerintah, alim ulama, hingga masyarakat sangat berarti bagi keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian.
Ia mengapresiasi doa bersama yang digelar di Tangsel sebagai bentuk kepedulian terhadap para pewarta yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.
"Ya, oke. Terima kasih kepada teman-teman, khususnya teman-teman PFI, PWI, Pemerintah Kota Tangsel, alim ulama, serta masyarakat-masyarakat Kota Tangsel atas doa bersama dan dukungannya kepada teman-teman lima jurnalis dan tiga awak kapal yang sampai saat ini belum bisa ditemukan dan diharapkan semoga bisa ditemukan selamat, sehat, dan kembali kepada keluarga," ujar Dwi.
Dwi mengatakan, sejak hari pertama kejadian, PFI melalui PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus berkoordinasi memantau informasi dari tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima dan disampaikan kepada publik tetap terverifikasi. Terlebih, menurut Dwi, cukup banyak informasi yang beredar melalui media sosial yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"PFI terus berkoordinasi mencari informasi untuk, apa pun bentuknya, untuk disebarkan kepada masyarakat. Karena memverifikasi kendalanya ini kan banyak akun-akun medsos yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Di sisi lain, PFI juga memberikan pendampingan kepada keluarga masing-masing jurnalis. Pendampingan dilakukan dengan tetap menjaga privasi keluarga, termasuk terhadap sejumlah permintaan yang tidak dapat disampaikan kepada publik.
"Ada beberapa permintaan keluarga yang enggak bisa diekspos, mohon maaf, karena bagaimanapun juga semua keluarga punya hak untuk segala hal, semua privasi," ujarnya.
Khusus keluarga Donal, Dwi menyebut PFI telah menugaskan Ketua PFI Kota Tangerang Deri untuk membantu pendampingan. Keluarga Donal juga telah didampingi menuju posko di Banten dan menjalani proses pemeriksaan antemortem.
"Kalau Donal ini kan kita wakilkan kepada Ketua PFI Kota Tangerang yaitu Mas Deri. Kemarin dari Posko Banten juga sudah diantar didampingi keluarganya Mas Donal menuju lokasi posko. Informasi sih sudah melakukan tes juga antemortem," ungkapnya.
PFI, kata Dwi, juga terus mendorong adanya pendampingan psikologis bagi keluarga selama proses pencarian berlangsung.
Sementara terkait perkembangan pencarian, Dwi mengatakan operasi telah melibatkan unsur TNI AL dan berbagai fasilitas negara untuk memperluas upaya pencarian.
"Karena kita mengharapkan segala bentuk alutsista apa pun fasilitas negara lebih maksimal dan lebih diperluas, bahwa kami optimistis ini buat semua kepentingan kawan-kawan kami dan keluarga. Kita masih tetap mengharapkan teman-teman bisa selamat dan kembali ke rumah," pungkasnya.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 18 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu






