TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

UEFA Ancam Boikot Seluruh Turnamen FIFA, Tolak Rencana Jual Hak Komersial Piala Dunia

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:18 WIB
Bos FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Bos UEFA Aleksander Ceferin (kanan). Foto : Ist
Bos FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Bos UEFA Aleksander Ceferin (kanan). Foto : Ist

SWISS - UEFA mengancam akan memboikot seluruh turnamen FIFA apabila rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta tetap dilanjutkan. Menurut UEFA, langkah tersebut berisiko mengubah wajah sepak bola dunia dengan menempatkan kepentingan bisnis di atas nilai olahraga.


Keputusan itu diambil dalam pertemuan 55 federasi anggota UEFA. Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan tidak satu pun tim nasional anggotanya akan mengikuti kompetisi FIFA selama proposal tersebut masih berlaku.


"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia adalah milik sepak bola dan akan tetap menjadi milik sepak bola," tegas UEFA yang dipimpin Aleksander Ceferin.


Perselisihan ini bermula dari rencana FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino yang ingin membuka peluang investasi swasta melalui penjualan sekitar 20–30 persen kepemilikan perusahaan baru pengelola kompetisi utama FIFA.


Perusahaan tersebut dikabarkan memiliki valuasi sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp326 triliun. Dana yang diperoleh dari investor disebut akan digunakan untuk meningkatkan distribusi lebih dari 10 miliar dolar AS kepada 211 asosiasi anggota FIFA dalam empat tahun ke depan.


Namun, UEFA menilai masuknya investor eksternal akan menggeser orientasi sepak bola menjadi semata-mata mengejar keuntungan komersial. Organisasi itu juga khawatir keputusan terkait kalender pertandingan hingga format turnamen nantinya lebih mengutamakan kepentingan investor daripada perkembangan olahraga.
Selain itu, UEFA mengkritik proses pengambilan keputusan FIFA yang dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan para pemangku kepentingan secara demokratis.


Apabila ancaman boikot benar-benar direalisasikan, sejumlah turnamen FIFA berpotensi kehilangan peserta dari kawasan Eropa, yang selama ini menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.


Sementara itu, Gianni Infantino membela rencana tersebut. Menurutnya, investasi baru akan memperkuat pengembangan sepak bola global dan meningkatkan dukungan kepada seluruh asosiasi anggota FIFA.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit