Kerupuk Ikan Asal Setu Tembus Pasar Nasional, Produksi Capai 5 Ton per Bulan
SETU – Berawal dari usaha rumahan pada 2014, produk kerupuk ikan asal Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, terus menunjukkan perkembangan pesat. Di bawah merek RHR Snack, produk milik pelaku UMKM Eti Nurheati kini berhasil menembus pasar nasional melalui jaringan ritel modern, pusat oleh-oleh, hingga penjualan secara digital.
Eti mengatakan, usaha yang dirintisnya berfokus pada pengolahan kerupuk berbahan baku hasil laut. Saat ini RHR Snack memiliki lima varian utama, yakni kerupuk ikan tenggiri, tuna, cakalang, udang rebon, serta varian lain berbahan ikan laut. Ke depan, ia juga tengah menyiapkan inovasi baru berupa kerupuk rumput laut.
"Produk saya itu kerupuk ikan. Salah satunya adalah ikan tenggiri, ikan cakalang, ikan tuna, dan udang rebon. Lebih ke ikan laut. Insyaallah akan mengembangkan lagi yang terbaru, yaitu kerupuk rumput laut," ujar Eti kepada Tangsel Pos, Rabu (5/8).
Menurutnya, inovasi produk dilakukan dengan melihat kebutuhan pasar. Awalnya, ia memproduksi jenis kerupuk yang banyak diminati konsumen. Namun seiring meningkatnya permintaan terhadap produk berbahan ikan, ia mulai mengembangkan berbagai varian baru.
"Awalnya melihat riset dari pasar. Apa yang ada di pasar itu yang tersedia. Maka saya berpikir untuk berinovasi. Seiring waktu banyak permintaan, khususnya produk ikan, maka saya mengembangkan kerupuk ikan tuna, ikan cakalang, dan lainnya," katanya.
Perkembangan usaha tersebut diikuti dengan perluasan jaringan pemasaran. Produk RHR Snack kini telah tersedia di sejumlah ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, pusat oleh-oleh AJ Krisna, hingga dipasarkan di bandara. Di wilayah Tangerang Selatan, produknya juga dapat ditemukan di Fruit 88 dan Harmony Bintaro.
Selain melalui ritel modern, sekitar 80 persen penjualan RHR Snack masih ditopang oleh jaringan reseller yang tersebar di berbagai daerah. Produk tersebut juga dipasarkan melalui berbagai platform digital.
Dari sisi produksi, kapasitas usahanya terus meningkat. Saat ini, setiap varian mampu diproduksi sekitar satu ton per bulan. Dengan lima varian yang dipasarkan, total produksi mencapai sekitar lima ton setiap bulan.
Eti mengaku perkembangan usahanya tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), serta Pemerintah Provinsi Banten.
Menurutnya, sejak bergabung dalam program pembinaan UMKM pada 2014, usahanya terus mengalami kemajuan, mulai dari perluasan akses pasar hingga bantuan sarana produksi.
"Alhamdulillah ketika kami bergabung dengan Pemkot sejak 2014, perkembangannya luar biasa. Kami didukung kerja sama kemitraan dengan berbagai ritel. Untuk produk ikan juga didukung oleh bidang perikanan di DKP3," tuturnya.
Terbaru, Eti memperoleh bantuan freezer dari Pemerintah Provinsi Banten. Bantuan tersebut sangat membantu menjaga ketersediaan stok bahan baku sehingga mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
"Stok ikan sekarang lebih banyak. Jadi ketika ada permintaan mendadak tidak masalah karena kami sudah punya stok. Salah satunya berkat bantuan freezer dari pemerintah," ungkapnya.
Ia menambahkan, aset usaha dan peralatan produksi juga terus bertambah. Kini hampir seluruh proses produksi telah menggunakan mesin sehingga lebih efisien dan mampu meningkatkan kapasitas produksi.
RHR Snack dipasarkan dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp20.000 per kemasan dan terus memperluas pasar melalui jaringan reseller maupun platform digital.
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu



