TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

RSCM Torehkan Sejarah, Berhasil Pasang Pompa Jantung Buatan Terkecil di Dunia

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:44 WIB
Ilustrasi operasi. Foto : Ist
Ilustrasi operasi. Foto : Ist

JAKARTA - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan. Tim dokter RSCM sukses mengimplantasikan Left Ventricular Assist Device (LVAD), pompa jantung buatan terkecil dan teringan di dunia dengan bobot hanya sekitar 19 gram.


Prosedur yang dilakukan pada 1 Agustus 2026 itu menjadi yang pertama di Asia Tenggara, sekaligus membuka harapan baru bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang selama ini memiliki pilihan terapi sangat terbatas.


Pasien pertama penerima LVAD adalah seorang perempuan berusia 45 tahun, ibu dua anak yang sehari-hari berjualan nasi uduk. Dengan fungsi pompa jantung hanya 14 persen, ia sebelumnya kerap mengalami sesak napas dan berulang kali menjalani perawatan di rumah sakit.


Direktur Utama RSCM, Supriyanto Dharmoredjo, mengatakan keberhasilan ini membuktikan Indonesia mampu menghadirkan layanan jantung berteknologi tinggi melalui kolaborasi internasional dan peningkatan kompetensi tenaga medis.


"Ini menjadi harapan baru bagi pasien gagal jantung stadium lanjut sekaligus tonggak penting kemajuan layanan kardiovaskular di Indonesia," ujarnya.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi RSCM dengan HeartSpan.ai, divisi heart longevity dari Borderless Healthcare Group (BHG), serta Fuwai Hospital Beijing.


RSCM juga menargetkan menjadi pusat pelatihan pemasangan dan perawatan LVAD di Asia Tenggara agar semakin banyak dokter Indonesia menguasai teknologi tersebut.


Meski biaya pemasangan mencapai sekitar Rp2 miliar, RSCM memastikan pasien kurang mampu tetap memiliki kesempatan memperoleh terapi melalui skema subsidi. Sepanjang 2025, rumah sakit tersebut telah menyalurkan subsidi pelayanan kesehatan sekitar Rp1,2 triliun bagi masyarakat yang membutuhkan.


Pascaoperasi, kondisi pasien menunjukkan perkembangan menggembirakan. Dalam 24 jam, pasien berhasil lepas dari ventilator dan mulai menjalani rehabilitasi, meski tim medis masih terus memantau risiko infeksi, perdarahan, gangguan jantung kanan, serta fungsi ginjal.


Keberhasilan ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan terapi bantuan jantung mekanis di Indonesia sekaligus memperkuat posisi RSCM sebagai pusat layanan dan pelatihan LVAD di tingkat nasional maupun Asia Tenggara.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit