Tangani Obesitas dan Diabetes Tipe 2, Eka Hospital BSD Hadirkan Terapi Tirzepatide
BSD - Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau kelebihan berat badan, melainkan penyakit metabolik kronis yang memicu berbagai masalah kesehatan serius, khususnya diabetes melitus tipe 2.
Menjawab tantangan tersebut, Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital BSD kini menghadirkan inovasi medis terkini melalui terapi Tirzepatide.
Chairman Diabetes Connection Care Eka Hospital Group, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, menjelaskan bahwa penumpukan lemak berlebih, terutama di area perut memicu resistensi insulin.
Kondisi ini memaksa pankreas bekerja ekstra keras hingga akhirnya kelelahan, yang berujung pada penumpukan gula darah.
"Perubahan gaya hidup tetap menjadi pilar utama. Namun, bagi pasien obesitas dengan komplikasi seperti diabetes tipe 2, hipertensi, atau kolesterol tinggi, intervensi medis berupa terapi obat sangat diperlukan di bawah pengawasan dokter," ujar Prof. Sidartawan.
Senada dengan hal tersebut, dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM, Konsultan Endokrin Metabolik & Diabetes DCC Eka Hospital BSD, meluruskan anggapan keliru bahwa obesitas semata-mata terjadi akibat kurangnya disiplin.
Obesitas merupakan kondisi medis kompleks yang dipengaruhi faktor genetik, hormonal, dan metabolik.
Jika tidak ditangani secara terstruktur, kombinasi obesitas dan diabetes dapat memicu komplikasi fatal seperti penyakit jantung hingga kerusakan ginjal.
Sebagai solusi medis modern, Eka Hospital BSD menyediakan terapi Tirzepatide.
Obat ini bekerja sebagai dual agonist yang mengaktifkan dua hormon inkretin alami tubuh sekaligus, yaitu GLP-1 dan GIP.
Keunggulan Utama Terapi Tirzepatide:
1. Gula Darah & Berat Badan: Mengontrol kadar gula darah (menurunkan HbA1c) sekaligus menurunkan berat badan secara signifikan.
2. Kontrol Nafsu Makan: Bekerja pada otak untuk menekan rasa lapar (craving) dan memperlambat pengosongan lambung agar kenyang lebih lama.
3. Sensitivitas Insulin: Merangsang produksi insulin sesuai kebutuhan dan memperbaiki kerja metabolisme.
Terapi ini diperuntukkan bagi penyandang diabetes tipe 2, individu dengan overweight atau obesitas yang sulit menaikkan sensitivitas insulin lewat olahraga saja, serta pasien berisiko gangguan metabolik.
Efek samping umum seperti mual, diare, atau perut kembung biasanya bersifat ringan dan sementara.
Oleh karena itu, konsultasi dan pengawasan ketat dari dokter spesialis endokrinologi tetap diperlukan untuk memastikan terapi berjalan aman dan personal.
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu



