Tahan Opsi Serangan ke Iran, Trump Klaim Perang Segera Berakhir
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim perang dengan Iran bakal segera berakhir. Trump mengatakan, Washington masih menahan opsi serangan militer dan mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Menurut Trump, Iran tidak akan mampu bertahan jika konflik terus berlanjut. Karena itu, dia optimistis kesepakatan damai dengan Teheran dapat segera tercapai.
“Saya rasa perang ini akan segera berakhir. Menurut saya, mereka tak akan bisa bertahan lebih lama lagi,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).
Trump menegaskan, dirinya lebih memilih mencapai kesepakatan dengan Iran daripada menggunakan kekuatan militer. Dia mengaku tidak ingin konflik tersebut menimbulkan lebih banyak korban jiwa.
“Saya memilih mencapai kesepakatan. Saya tidak ingin membunuh orang,” ujarnya.
Trump juga mengklaim pembicaraan dengan Iran yang berlangsung sepanjang pekan ini menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, dia menyebut dirinya ikut terlibat dalam negosiasi yang salah satunya membahas upaya membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional.
“Saya terlibat dalam negosiasi ini. Saya pikir perkembangannya baik. Kesepakatannya bisa tercapai segera,” kata Trump.
Meski mengedepankan diplomasi, Trump menegaskan opsi militer belum sepenuhnya ditutup. Washington, kata dia, tetap siap menggunakan kekuatan apabila upaya perundingan menemui jalan buntu.
Trump juga kembali membantah laporan yang menyebut persediaan amunisi militer AS mulai menipis. Menurutnya, kemampuan tempur Negeri Paman Sam masih berada dalam kondisi siap apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Pernyataan Trump tersebut mendapat respons keras dari Iran. Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai sikap Trump tidak konsisten karena berulang kali mengancam serangan, tetapi kemudian kembali menawarkan perundingan.
Ghalibaf menyebut pola tersebut sebagai “diplomasi teater” yang selama ini dijalankan Washington. Menurutnya, strategi tekanan melalui ancaman militer dan pernyataan politik telah gagal memaksa Iran mengikuti keinginan AS.
“Trump bilang, serangan besar-besaran akan datang, kemudian bilang, tunggu mereka ingin bernegosiasi. Itu adalah diplomasi teater yang terus berulang. Menggunakan penindasan, ingkar janji, berita palsu sebagai pengaruh adalah strategi yang gagal,” kata Ghalibaf melalui media sosial, dikutip Al Jazeera, Kamis (6/8/2026).
Di tengah perang pernyataan antara kedua negara, laporan Al-Hadath menyebut negosiasi tidak langsung AS-Iran melalui sejumlah mediator telah memasuki tahap akhir. Seorang pejabat yang dikutip stasiun televisi tersebut menyatakan peluang tercapainya kesepakatan semakin terbuka dalam waktu dekat.
Namun, ketidakpastian konflik masih membayangi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Jumat (7/8/2026) ditutup naik 3,8 persen menjadi 82,49 dolar AS per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,8 persen menjadi 77,29 dolar AS per barel.
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



