TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Polisi Dalami Kematian Sutrimo, Ekshumasi Jasad Segera Dilakukan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:29 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Foto : Ist
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Foto : Ist

JAKARTA – Polisi terus mengusut kematian Sutrimo, pria yang ditemukan meninggal dunia di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyidik berencana melakukan ekshumasi untuk memastikan penyebab kematian yang hingga kini masih menjadi tanda tanya.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dalam laporan itu, kematian Sutrimo dinilai tidak wajar.


“Memang kemarin kami mendapat informasi, ada pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait kematian saudara S yang dianggap tidak wajar,” kata Budi saat dihubungi wartawan, Minggu (9/8/2026).


Atas laporan tersebut, polisi akan melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk menggali kembali jasad Sutrimo dari makamnya. Ekshumasi dilakukan untuk memperoleh informasi medis yang lebih jelas mengenai penyebab kematian.
“Ekshumasi akan disegerakan guna mengetahui penyebab kematian,” ujar Budi.


Sebelum proses ekshumasi dilakukan, penyidik akan kembali meminta keterangan dokter RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pekan depan.


Budi menjelaskan, dokter yang bersangkutan sebelumnya telah dipanggil untuk dimintai keterangan, namun tidak hadir. Karena itu, polisi akan melakukan pemanggilan kembali sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait laporan tersebut,” katanya.


Di sisi lain, polisi juga mendalami keberadaan Febrio Adiono yang disebut sebagai salah satu orang yang mengantarkan jasad Sutrimo. Febrio diketahui merupakan pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung).


Budi mengatakan, penyidik masih akan memastikan lebih lanjut mengenai identitas dan keterlibatan Febrio dalam peristiwa tersebut.
“Nah, ini nanti akan didalami, benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung,” ujarnya.


Informasi mengenai status Febrio sebagai pegawai Kejagung sebelumnya telah dikonfirmasi Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna. Ia menyebut Febrio memang bekerja di lingkungan Kejaksaan, tetapi bukan seorang jaksa.


“Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa,” kata Anang saat ditemui wartawan, Jumat (7/8/2026).


Anang juga membenarkan Febrio pernah menjadi staf mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Namun, saat ini Febrio disebut hanya menjalankan tugas sebagai staf administrasi dan tidak lagi mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya.


Terkait Sutrimo, Anang mengaku tidak mengenal sosok tersebut. Ia juga membantah dapat memberikan keterangan mengenai isu yang beredar di media sosial yang menyebut Sutrimo sebagai kepala rumah tangga atau karumga Febrie Adriansyah.


“Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu,” ujarnya.


Sutrimo sebelumnya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian setelah muncul berbagai informasi di media sosial mengenai latar belakang korban.


Hingga kini, penyebab kematian Sutrimo belum diketahui secara pasti. Polisi masih melakukan penyelidikan dan berharap proses ekshumasi serta pemeriksaan sejumlah saksi dapat membantu mengungkap fakta di balik kematiannya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit