TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

KPA Catat 203 Kasus HIV di Kabupaten Tangerang, LSL Jadi Kelompok Terbanyak

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

TANGERANG — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus HIV sepanjang Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).


Pengelola Program KPA Kabupaten Tangerang Eko Darmawan mengatakan, dari 203 kasus yang ditemukan, sebanyak 164 merupakan warga Kabupaten Tangerang. Sementara 39 lainnya merupakan warga luar daerah yang menjalani pemeriksaan HIV di wilayah Kabupaten Tangerang.


Menurut Eko, kasus HIV yang ditemukan berasal dari sejumlah kelompok berisiko, di antaranya wanita pekerja seks, pengguna narkotika melalui jarum suntik, pelanggan pekerja seks komersial (PSK), serta laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).


“Namun, HIV didominasi oleh kelompok LSL,” kata Eko Darmawan, Rabu (12/8).
Eko menjelaskan, tingginya temuan HIV pada kelompok LSL berkaitan dengan risiko biologis dari hubungan seks anal tanpa pelindung. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan perilaku seksual yang tidak aman, bukan identitas atau orientasi seksual seseorang.


“Secara medis, hubungan seks anal tanpa pelindung memang memiliki risiko penularan HIV yang lebih tinggi dibandingkan jenis hubungan seksual lainnya. Ini alasan ilmiah, bukan untuk menyalahkan kelompok tertentu,” ujarnya.


Meski demikian, tingginya temuan HIV pada kelompok LSL menjadi tantangan bagi KPA Kabupaten Tangerang untuk memastikan populasi kunci tersebut tetap mendapatkan akses terhadap layanan pemeriksaan dan pencegahan HIV tanpa stigma.


Eko menilai, meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi tidak serta-merta menunjukkan terjadinya peningkatan penularan. Sebagian temuan justru mencerminkan keberhasilan upaya penjangkauan dan pemeriksaan dini yang dilakukan KPA bersama jaringan komunitas pendamping.


“Untuk menekan angka penularan, KPA Kabupaten Tangerang menggencarkan penjangkauan melalui mitra komunitas, menyediakan layanan tes HIV, serta memberikan edukasi mengenai penggunaan alat pelindung dan PrEP (Pra-Pajanan Profilaksis) bagi populasi berisiko,” katanya.


Eko mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan HIV secara berkala di puskesmas maupun rumah sakit yang menjadi jaringan layanan KPA. Pemeriksaan tersebut, kata dia, tersedia secara gratis dan dijamin kerahasiaannya.


“Kami mengimbau masyarakat, siapa pun, untuk memeriksakan diri secara berkala dan menggunakan pelindung saat berhubungan seksual,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyebut, sepanjang Januari hingga Juli 2026, pihaknya mencatat 147 warga Kabupaten Tangerang terinfeksi HIV.
Dari jumlah tersebut, sekitar 6 persen kasus berkaitan dengan hubungan seksual laki-laki dengan laki-laki (LSL).


“Kalau catatan Dinas Kesehatan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 147 kasus dan 6 persen di antaranya akibat LSL,” kata Hendra.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit