Realisasi Investasi Ratusan Miliar Rupiah di Kota Serang Berdampak Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
SERANG - Realisasi investasi semester pertama 2026 di Kota Serang yang mencapai 129,23 persen atau senilai Rp840 miliar berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja, baik tenaga kerja lokal maupun asing. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang, hingga semester pertama 2026 tercatat 1.453 orang mendapatkan pekerjaan dampak dari realisasi investasi tersebut.
Dari jumlah itu terbagi atas 1.142 tenaga kerja lokal dan 311 tenaga kerja asing.
“Alhamdulillah, realisasi investasi semester pertama ini berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Total 1.453 orang terserap untuk bekerja di semester pertama ini, dengan rincian 1.142 tenaga kerja lokal dan 311 tenaga kerja asing,” ujar Sekretaris DPMPTSP Kota Serang, Tb. Arief Teguh Prihadi, Jumat (14/8/2026).
Teguh mengatakan investasi yang masuk berasal dari sejumlah sektor, mulai dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), properti, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Realisasi investasi ini kebanyakan berasal dari pelaku UMKM, properti, BUMN dan BUMD,” katanya.
Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini menjelaskan, angka investasi yang tercatat merupakan akumulasi laporan kegiatan penanaman modal dari para pelaku usaha. “Dasar realisasi investasi di Kota Serang itu dari para pelaku usaha yang melaporkan kegiatannya melalui aplikasi LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal, red). Kami rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha untuk melaporkan LKPM-nya,” jelas Teguh
Meski nilai investasi terus meningkat, DPMPTSP Kota Serang masih menghadapi persoalan kepatuhan pelaku usaha dalam LKPM. Pelaporan dilakukan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Arief mengatakan masih terdapat pelaku usaha yang belum disiplin menyampaikan laporan tersebut.
Salah satu kendalanya, kata dia, masih ada anggapan bahwa pelaporan LKPM berkaitan langsung dengan kewajiban perpajakan. Padahal, sistem pelaporan investasi saat ini sudah terintegrasi dengan berbagai layanan pemerintah. “Karena semuanya sudah by system, apalagi dengan OSS-RBA. Semuanya terintegrasi, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, para pelaku usaha harus melaporkan melalui LKPM,” kata Arief.
Ia menjelaskan LKPM merupakan bagian dari sistem OSS-RBA dan terhubung dengan sejumlah aplikasi pemerintah lainnya. “LKPM ini bagian dari OSS-RBA dan aplikasi lain seperti pajak, Kementerian Hukum dan lainnya itu nge-link,” jelasnya.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi menilai capaian investasi harus dibarengi dengan terciptanya iklim usaha yang aman, terbuka, dan kondusif.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri karena dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor. “OPD selalu saya tekankan, termasuk kepada pengambil kebijakan, bahwa kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat agar Kota Serang menjadi kota yang memiliki toleransi tinggi, terbuka, damai, dan kondusif,” kata Budi Rustandi.
Ia mengatakan, peningkatan investasi memiliki kaitan erat dengan peluang terbukanya lapangan pekerjaan. Karena itu, masyarakat diminta ikut mendukung terciptanya kondisi yang membuat dunia usaha nyaman berinvestasi di Kota Serang. “Makanya perlu dukungan dari semua masyarakat agar membantu pemerintahannya. Ketika banyak investasi, Insyallah banyak lapangan pekerjaan,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Kota Serang ini.
Budi mengaitkan penciptaan lapangan kerja dengan visi-misi Budi-Agis untuk mewujudkan Kota Serang yang maju, bahagia, dan sejahtera. “Karena kunci menuju visi-misi Budi-Agis ini menuju kota yang maju, bahagia, sejahtera warganya, tentunya lapangan pekerjaan terbuka banyak agar banyak warga kita yang bekerja,” tuturnya.
Menurut Budi, masyarakat yang memiliki pekerjaan dan penghasilan akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya. “Kalau sudah bekerja pasti punya uang, kalau sudah punya uang hatinya juga bahagia,” katanya.
Budi memastikan, capaian investasi tersebut akan terus dievaluasi, termasuk untuk melihat perkembangan realisasi pada semester kedua 2026. “Tentunya ada target. Nanti setelah kita rapat per semester, kita evaluasi,” ujar Budi.(*)
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 14 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu








